Gojentakmapan

Disbudpar Maros Tetapkan Enam Situs Cagar Budaya

MAROS, BKM — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Maros menetapkan enam situs cagar budaya. Penetapan dilakukan setelah melalui pengkajian oleh Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) Maros.
Penetapan cagar budaya ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Maros tentang Penetapan Cagar Budaya di wilayah Maros sebagaimana diamanatkan Undang-Undang (UU) Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya yang merupakan landasan hukum dalam melakukan pelestarian, pengelolaan, pengembangan, dan pemanfaatan terhadap cagar budaya di Indonesia. Sehingga tujuan pelestarian dapat tercapai.
Kepala Disbudpar Kabupaten Maros, Rahmat Burhanuddin, mengatakan, ada enam situs yang ditetapkan menjadi cagar budaya. Keenam situs itu merupakan cagar budaya kategori situs cagar budaya, yaitu Situs Leang Timpuseng, Situs Leang Samongken, Situs Leang Jarie, Situs Leang Bulu Sipong, Situs Leang Pettae, dan Situs Leang Pettakere.
Lanjut dikatakan, salah satu situs diusulkan menjadi situs cagar budaya peringkat nasional, yaitu situs Leang Timpuseng. ”Ada satu situs yang kami usulkan menjadi situs cagar budaya peringkat nasional. Yakni situs Leang Timpuseng yang memiliki lukisan babi rusa yang dibuat dengan usia minimum 35.400 tahun lalu dan merupakan salah satu lukisan figur tertua di dunia,” ungkap Rahmat, kemarin.
Rahmat juga mengatakan, saat ini Maros memiliki 65 situs gua purbakala dan puluhan peninggalan bangunan kolonial.
Sedangkan Kepala Seksi Cagar Budaya kantor Disbudpar Maros, Burhan Jaya, mengatakan, saat ini pihaknya fokus meregistrasi ulang cagar budaya yang ada di Kabupaten Maros. Selanjutnya diusulkan ke tim ahli cagar budaya Maros untuk dikaji dan menerbitkan rekomendasi penetapan cagar budaya.
”Kita berharap, semua cagar budaya di Maros akan mendapatkan status hukum terkait pelestarian dan pemanfaatan dimasa mendatang,” ungkapnya. (ari/mir/c)


Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top