NURDIN HALID-AZIZ QAHHAR MUDZAKKAR AGUS ARIFIN NU'MANG-TANRIBALI LAMO NURDIN ABDULLAH-ANDI SUDIRMAN SULAIMAN ICHSAN YASIN LIMPO-ANDI MUZAKKAR
Headline

Tahun Ini, CCTV Ditambah 57 Unit

KEBERHASILAN petugas kepolisian mengungkap kasus penculikan bocah berusia 18 bulan, Raihanun Mailika Ramadhan, salah satunya berkat bantuan kamera pengintai alias CCTV (Closed Circuit Television). Tidak salah jika Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono meminta agar pengadaan alat tersebut ditambah.
Hal itu disampaikannya ketika mengunjungi rumah orang tua Hanun di Komplek Perumahan IKIP Jalan Raya Pendidikan Blok F2 nomor 11, Rabu sore (10/1).
Gayung pun bersambut. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar merencanakan penambahan CCTV tahun 2018 ini.
Kepala Bidang Pengembangan Informasi dan Aplikasi Telematika Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, Denny Hidayat menyebut, ada CCTV dari Korlantas Polri sebanyak 30 unit. Pengadaannya sesuai Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani.
”Selain itu, ada pula pengadaan oleh Dishub Makassar sebanyak 27 unit. Alat ini akan dipasang pada sembilan persimpangan. Sehingga, ada sebanyak 57 unit CCTV yang akan dipasang tahun ini,” jelas Denny Hidayat, kemarin.
Sebenarnya, menurut Denny, Pemkot Makassar telah mewajibkan seluruh pemilik toko untuk memasang CCTV yang terintegrasi dengan operation room di balai kota.
Kewajiban seluruh pemilik toko, baik kafe, restoran dan usaha lain, khususnya yang berlokasi di area publik telah diatur berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) nomor 4 tahun 2017. Dalam perwali tersebut mewajibkan pemilik toko memasang minimal dua unit CCTV di depan tempat usahanya yang mengarah ke area publik jalan.
Dalam perwali diatur pula mekanisme perizinan tempat usaha diarea publik. Artinya, setiap pemilik usaha toko area publik yang ingin memperpanjang izin, wajib untuk menyediakan CCTV terintegrasi di operation room di menara balai kota. Begitupun untuk pengurusan izin usaha baru.
“Kewajiban ini merupakan mekanisme dari perizinan. Jadi ketika melakukan pengurusan perpanjangan izin atau buat baru, wajib menyediakan CCTV minimal dua unit. CCTV yang diluar saja. Kalau di dalam toko, kami tidak butuh dan tidak ganggu,” terangnya.
Deddy menyebutkan, sejak 2017 lalu, tempat usaha yang telah memasang CCTV dan terintegrasi di operation room sudah berjumlah 73 unit. Khusus pengadaan dari Diskominfo Kota Makassar sebanyak 134 unit.
Di tahun ini ditargetkan bisa lebih meningkat. Sistem pemasangan CCTV juga lebih ditingkatkan, dengan mengintegrasikan kamera CCTV milik Dishub Kota Makassar yang terpasang di sembilan persimpangan jalan.

Pasang juga di Lorong

Anggota DPRD Kota Makassar memberi respons positif terhadap upaya memperbanyak CCTV di area publik. Sebab, keberadaannya dinilai berdampak pada pengurangan tindak kejahatan serta memperkuat kerja perangkat pengintai.
Anggota Komisi A DPRD Makassar, Zaenal Beta mengatakan, perwali yang mengharuskan toko dan segala jenis usaha memasang CCTV, juga dapat mengurangi dampak kejahatan yang kerap terjadi di tempat-tempat yang tak terduga.
“Bukan hanya di jalan dipasang. Tapi juga di lorong-lorong yang kerap terjadi kejahatan paling tinggi seperti pencurian, perkelahian dan penculikan. Seperti yang terjadi kemarin. Itu kan di lorong,” ujarnya di gedung dewan, kemarin.
Legislator PAN ini menuturkan, untuk mencegah terjadinya kejahatan dan berbagai pelanggaran masyarakat, bisa diawasi melalui CCTV.
Namun, dia mengingatkan bahwa CCTV hanyalah sebagai alat pengawasan. Sebab sebenarnya masih banyak faktor yang seharusnya menjadi perhatian lebih. (arf-ita/rus)


Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top