Metro

Seringkali Bambunya Ditolak dan Dicela Pembeli

TANAMAN bambu memiliki banyak manfaat. Selain dapat digunakan sebagai bahan untuk konstruksi bangunan atau rumah dan jembatan. Bambu juga dapat digunakan sebagai kerajinan tangan seperti pagar dan lasugi pengantin.

Laporan: ARIF AL QADRY

Meski peluang bisnis usaha modern sudah cukup banyak dimanfaatkan, tapi Hawatiya bersama suaminya masih konsisten dengan jualan bambunya. Dari modal awal 300 batang bambu di Jalan Toa Daeng 3, Abdul Mustari bersama sang istri Hawatiya sudah bisa memesan 600 batang bambu setiap bulan dan memiliki rumah sendiri di Jalan Inspeksi PAM, Kecamatan Manggala.
Pekarangan rumah tempat tinggalnya ia manfaatkan menyimpan bambu. Selain sudah memiliki rumah sendiri sekaligus sebagai tempat jualan, ia juga sudah memiliki satu unit mobil pick up untuk mengantar pesanan bambu dan mempekerjakan tiga orang laki-laki.
” Sekarang kalau jaraknya jauh, pesanan bambu kita antar pakai mobil pick up. Kalau dekat tetap kita antar pakai gerobak,” ujarnya.
Tidak hanya menjual bambu batangan saja. Abdul Mustari sering mendapat permintaan pembuatan lasugi pengantin. Lasugi pengantin adalah dekorasi rumah pengantin Bugis-Makassar yang terbuat dari bambu. Lasugi disimpan di depan rumah pengantin sebagai gerbang. Untuk harganya tergantung ukuran dari lasugi.
Harga lasugi pengantin yang dijualnya mulai dari harga Rp150.000. Adapun pagar-pagar bambu dia jual untuk ukuran dua meter Rp20 ribu dan ukuran satu setengah meter Rp15 ribu. Kalau batang bambu seharga Rp23.000 per-batang.
” Dalam sehari biasa 50 sampai 60 batang bambu terjual. Kalau untuk dekorasi rumah pengantin seperti lasugi dan pagar bambu tidak menentu. Dalam sebulan saya bisa pesan bambu dari Maros bisa dua truk. Satu truk berisi 300 batang bambu muda dan tua,” terangnya.
Hawatiya menambahkan, sering perkerjanya yang mengantar pesanan bambu mengembalikan bambu dan menukarnya. Alasannya sederhana, si pembeli yang datang membeli bambu memilih langsung ukuran bambu. Ketika pesanan bambu diantar ke rumah si pemesan, bambu yang diantar ditolak karena masalah ukuran.
” Seringkali pemilik rumah yang pesan bambu datang langsung pilih dan beli bambu. Tapi pas diantarkan, tukang batu cela ukurannya. Padahal yang pilih bambu si pemilik rumah. Jadi bambu kita bawa pulang dan tukar sesuai dengan keinginan tukang batu,” tambahnya.
Sudah puluhan tahun, tanaman bambu menjadi penyambung hidupnya. Tanaman bambu berjenis bambu apus atau lebih dikenal dengan bambu tali ia datangkan dari Kabupaten Maros. Diusianya yang masih 17 tahun, Abdul Mustari sering membantu orang tuanya berjualan bambu. Ia berjualan di Jalan Toa Daeng.
Itulah yang dilakukan Abdul Mustari. Bahkan ia tidak ingin bekerja di tempat lain. Ia memilih untuk ikut membantu orang tuanya jualan bambu. Dan bahkan seringkaliturun langsung mengantarkan pesanan-pesanan bambu menggunakan gerobak kayu.
Upah yang ia dapatkan dirasa cukup kala itu untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Meski usaha jualan bambu itu milik ayahnya, tetapi ia sering mendapat tugas untuk mengantar pesan bambu menggunakan gerobak.
Hawatiya, istri Abdul Mustari mengisahkan pengalaman suaminya dimasa itu. Di mana ia sudah menikah dengan Abdul Mustari di tahun 1998 dan Abdul Mustari masih ikut bekerja dengan orang tuanya jualan bambu.
Perempuan kelahiran Ujung Pandang, 14 Mei 1972 bercerita suaminya Abdul Mustari pernah bersama seorang pekerja lainnya mengantar pesanan bambu menggunakan gerobak dari Jalan Toa Daeng ke Pasar Sentral Makassar. Mau tidak mau, Abdul Mustari dan seorang temannya harus berjalan kaki di siang bolong mendorong gerobak berisi bambu hijau berkilo-kilometer.
” Pernah saya jualan bambu di Jalan Toa Daeng, dan suami saya sebelumnya pernah ikut dengan bapaknya jualan bambu. Sekarang antar bambu sudah bisa pakai mobil kalau jauh jaraknya, tapi dulu antar bambu cuma pakai gerobak dan bahkan pernah dari Jalan Toa Daeng sampai Pasar Sentral Makassar,” ingatnya. (arf)


Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top