Sulselbar

PPS Diminta Jangan Menjadi Pengamat

RAKER -- Rapat Kerja Penitia Pemungutan Suara (PPS) se Kecamatan Marioriawa dalam rangka persiapan pelaksanaan tahapan pemutahiran data Pilgub 2018

SOPPENG, BKM — Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Soppeng Marwis meminta Kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk tidak menjadi pengamat politik dalam menjalankan tugas terutama pada saat melakukan pemutakhiran data pada masyarakat oleh PPDP.
“Jangan sampai nanti di lapangan ada masyarakat yang tanya ki siapa kira-kira yang berpeluang di Pilgub. Jangan memberikan pernyataan karena itu sangat dilarang karena anda adalah penyelenggara yang hanya bertugas anda hanya datang menceklis bukan memberikan pernytaan,” ujar Marwis.
Hal itu disampaikan Marwis saat membuka Rapat Kerja Penitia Pemungutan Suara (PPS) se Kecamatan Marioriawa dalam rangka persiapan pelaksanaan tahapan pemutahiran data Pilgub Sulsel, Kamis (11/1) di ruang rapat Kantor Camat Marioriawa lantai dua.
Pada Acara tersebut selain Rapat kerja juga dilanjutkan dengan Bintek dan Simulasi Kepada PSS yang berjumlah 30 orang dari 10 desa kelurahan yang ada di Kecamatan Marioriawa
Sementara itu Ketua PPK Kecamatan Marioriawa Hasanuddin mengatakan, Raker penting karena menyangkut bagaimana mekanisme pemutahiran data pada pemilih agar nantinya tidak ada warga negara indonesia yang berpenduduk Marioriawa yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya.
(ono/C)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top