Metro

Pengembalian Randis Kembali Tertunda

MAKASSAR, BKM– Sudah keempat kalinya rencana penarikan kendaraan dinas yang dikuasai sejumlah legislator tertunda. Seperti kemarin, Kamis (10/1), gegara rapat mendadak Sekertaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Makassar, Adwi Awan Umar akhirnya rencana penarikan tersebut batal.
Sekwan lagi-lagi berjanji, hari ini, Jumat (11/1), randis tersebut sudah bisa ditarik.
Adwi juga membeberkan perihal penundaan pengembalian randis disebabkan belum adanya koordinasi dengan Sekertaris Pemkot perihal pengembalian 25 randis tersebut.
“Rapat ka tiba-tiba, baru hujan deras. Besok bagus, belum pi’ koordinasi dengan sekkot juga. Tidak ditunda mi besok karena saya sudah koordinasi di Balai Kota,” ungkapnya saat di parkiran DPRD Makassar.
Lanjut Adwi bahwa gaji baru DPRD Makassar juga ditunda disebabkan oleh jaringan dan DPA penganggaran yang belum disetujui oleh pemerintah provinsi dan kota. Sehingga saat ini belum ada dewan yang menerima gaji barunya.
” Gaji januari belum pi’ baru diusul, jaringan juga ini bermasalah. Kalau tunjangan kekurangan adami’, komitmennya dari awalkan mereka serahkan dulu baru kita bayar ki,” ujarnya.
Selain itu, Adwi juga menentang keinginan dewan yang meminta haknya dulu namun mengabaikan kewajibannya untuk mengembalikan randis. ” Tidak bisa kita bayar kalau belum diserahkan. Kalau gaji memang awal tahun ini DPA belum ditandatangi provinsi dan kota. Tapi kita sudah serahkan daftar gajinya, besok terakhir pengembalian,” tambahnya.
Namun ada juga beberapa dewan yang tidak mengakui memiliki randis dan menolak mengembalikan.
Dikonfirmasi terpisah Ketua Komisi D DPRD Makassar, Sampara Sarip enggan mengakui jika memiliki randis. Bahkan ia menyalahkan Ketua sebelumnya yaitu Mudzakkir Ali Djamil, Legislator PKS yang belum mengembalikan randis.
” Saya tidak ambil dek. Coba tanya ketua sebelumnya pasti dia ambil kalau saya tidak ada randis ku,” singkatnya.
Legislator lainnya, anggota Komisi A DPRD Makassar, Jufri Pabe juga belum mengembalikan karena terkendala persoalan persyaratan pengembalian randis, sehingga hingga saat ini belum mengembalikan randis yang ia kuasai.
“Baru saya laporkan ke kabag dulu karena tidak diberikan surat penyerahan pengembalian randis,” katanya.(ita)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top