Kriminal

Kejati Usut Proyek Lampu Jalan Tenaga Surya

MAKASSAR, BKM — Proyek pengadaan lampu jalan tenaga surya pada tahun 2016 diadukan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar. Adalah BPAN Aliansi Indonesia Kabupaten Polman yang bertindak selaku pelapor beberapa waktu lalu.
Mereka kembali mendatangi kejati, Rabu (10/1). Tujuannya, mempertanyakan perkembangan kasus dugaan korupsi yang melekat pada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), serta pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) 2016-2017 di daerah tersebut.
Proyek pengadaan lampu jalan bertenaga surya diperuntukkan bagi masyarakat pedesaan di Polman. Dalam pelaksanaannya, ditemukan adanya indikasi mark up harga. Hingga diduga bisa berdampak serta berpotensi menimbulkan kerugian negara.
Dalam anggaran yang dialokasikan, lampu jalan tenaga surya tersebut sebesar Rp23 juta per unit. Namun faktanya, harga sebenarnya hanyalah Rp17 per unit. Sehingga potensi kerugian negara dalam proyek ini ditaksir mencapai ratusan juta sampai miliaran rupiah.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin membenarkan laporan tersebut. ”Berkasnya sudah kita tindaklanjuti. Telah dibentuk tim untuk menyelidikan kasus tersebut, berdasarkan penerbitan surat perintah penyelidikan, yang dikeluarkan sejak tanggal 5 Oktober 2017,” jelas Salahuddin, kemarin.
Guna menyelidiki serta menindaklanjuti kasus tersebut, menurut Salahuddin, tim tentunya akan segera melakukan puldata (pengumpulan data) dan pulbaket (pengumpulan bahan keterangan). Tahapan ini untuk menemukan fakta serta ada tidaknya penyimpangan dalam proyek tersebut, yang berdampak pada timbulnya kerugian negara.
Hanya saja, Salahuddin belum bisa mengungkap terlalu jauh penanganan kasus tersebut. Sebab, penaganan kasusnya masih dalam proses puldata dan pulbaket.
”Belum bisa dipastikan dan masih terlalu dini untuk menyimpulkan hasilnya seperti apa. Kita baru mau mencari ada tidaknya indikasi tindak pidana dalam proyek tersebut,” pungkasnya. (mat/rus)


Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top