Headline

Berkas IYL-Cakka dan Agus-TBL Memenuhi Syarat

MAKASSAR, BKM — Dua pasangan yang akan maju di pemilihan gubernur Sulsel mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Rabu (10/1). Masing-masing Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar, dan Agus Arifin Nu’mang-Ahmad Tanribali Lamo.
IYL-Cakka mendaftar di pagi hari. Sementara Agus-TBL pada malam hari usai salat magrib.
KPU menyatakan berkas pencalonan IYL-Cakka telah memenuhi syarat. Hal ini disampaikan Ketua KPU Sulsel, Iqbal Latief usai menerima syarat pendaftaran pasangan yang menggunakan tagline Bersama Membangun Sulsel itu.
“Setelah kami memeriksa berkas pendaftaran pasangan bapak Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar, maka syarat pencalonan dinyatakan sudah memenuhi syarat,” ujar Iqbal Latief di kantor KPU Sulsel, Jalan AP Petta Rani, Makassar, kemarin.
Selanjutnya, KPU akan melakukan penelitian terhadap syarat pasangan calon. Menurut Iqbal, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan LO IYL-Cakka tentang hal-hal yang akan dilakukan perbaikan. “Tanggal 18 hingga 20 Januari, kita akan melakukan penerimaan dari syarat yang akan diperbaiki,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu pula, dia menyampaikan tahapan selanjutnya. Pada tanggal 11 dan 12 Januari, KPU Sulsel akan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada seluruh bakal pasangan calon yang telah mendaftar.
“Pemeriksaan hanya bisa dilakukan di Rumah Sakit Wahidin. Karena direkomendasikan untuk rumah sakit tipe A,” jelas Iqbal didampingi empat komisioner KPU lainnya.
Saat datang mendaftar, IYL-Cakka diiringi massa yang berasal dari berbagai penjuru. Mereka mengantar hingga ke depan gedung KPU Sulsel. Mereka sejak pagi memadati badan jalan. Mulai depan DPRD Makassar hingga depan KPU. Massa meneriakkan yel-yel; rakyat bersatu tak bisa dikalahkan.
Yel-yel itu menggema sejak IYL-Cakka meninggalkan Masjid HM Asyik, hingga tiba di KPU Sulsel. Yel-yel itu terus digemakan para relawan saat IYL-Cakka mengikuti tahapan pendaftaran.
Pasangan IYL-Cakka menggalang KTP masyarakat dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel, serta didukung sejumlah partai politik seperti Partai Demokrat, Partai Berkarya, dan Perindo.
Pasangan ini juga menyempatkan waktu menyapa ratusan ribu pendukungnya yang memadati Jalan Petta Rani. Mulai persimpangan Jalan Hertasning hingga pertigaan Jalan Boulevard.
Bersama pimpinan partai politik pendukung, IYL dan Cakka naik ke mobil komando untuk menyapa dengan salam pembuka. “Mari kita kembali ke rumah kita. Semoga sampai di rumah dengan selamat,” pesan IYL saat menyampaikan orasi politiknya.
Sementara itu, Cakka menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pendukung dan elemen masyarakat yang datang dari 24 Kabupaten/Kota se-Sulsel. “Alhamdullilah, hari ini kita lengkap dari 24 kabupaten/kota. Ini menandakan bahwa rakyat bersatu bersama Punggawa Macakka,” kata Bupati Luwu dua periode ini.
Cakka memberi semangat kepada pendukungnya bila pejuang Punggawa Macakka tidak pernah takut. Sebagai pendukung koalisi rakyat, hanya ada satu suara yang mengantar IYL-Cakka, yakni suara rakyat. “Kalau ada suara rakyat dibegal maka dia adalah manusia pengecut. Mau jadi pengecut?” tanya Cakka, disambut “Tidak. Tetap Punggawa Macakka” oleh para pendukungnya.
Usai pendaftaran, para relawan tidak langsung meninggalkan lokasi. Namun ikut membersihkan sampah bekas makanan atau minuman yang berserakan.
Sebelumnya, kakak kandung IYL, Syahrul Yasin Limpo (SYL) secara khusus hadir di kediaman orang tua di Jalan Haji Bau Makassar rabu pagi. Kapasitas SYL sebagai keluarga atau kakak yang menyambut dan ikut melepas IYL-Cakka sebelum mendaftar di KPU.
SYL yang tak lain gubernur Sulsel, tiba di Jalan Haji Bau Pukul 08.00 Wita. Ia langsung disambut sejumlah pengurus lintas parpol, yang sejak pukul 07.00 Wita mulai berdatangan ke kediaman ibunda IYL.
IYL-Cakka lalu datang dan disambut oleh SYL. Ayah dari Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan itu lalu masuk ke dalam rumah untuk meminta restu kepada ibundanya Hj Nurhayati.
Usai mendapat restu, IYL-Cakka selanjutnya bergerak ke Masjid HM Asyik untuk menunaikan salat dhuha. Mereka yang terlihat di Haji Bau, diantaranya Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah, Ketua DPW PPP HM Aras, Ketua DPW Berkarya Andi Patabai Pabokori, para pentolan Demokrat, sejumlah pengurus Perindo, serta beberapa pengurus PAN.

Agus-TBL Memenuhi Syarat

Melalui jalan berliku dan tantangan yang sangat panjang, akhirnya Agus Arifin Nu’mang dapat naik kelas. Wakil gubernur Sulsel dua periode itu menjadi calon gubernur di kontestasi pemilihan gubernur (pilgub) Sulsel, setelah berhasil tembus ke gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mendaftar, Rabu (10/1) pukul 17.00 Wita.
Agus yang mendaftar bersama Tanribali Lamo (TBL) diantar sejumlah pimpinan partai pengusung dari Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gerindra dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Agus mengaku bersyukur sudah tiga kali ikut mendaftar di KPU Sulsel, yakni pada tahun 2007 dan 2013 lalu bersama Syahrul Yasin Limpo.
Diterima Ketua KPU Sulsel Iqbal Latif, Agus-TBL didampingi Ketua DPD Gerindra Sulsel Andi Idris Manggabarani, Ketua DPW PBB Badaruddin P Sabang serta Ketua Bappilu PPP Sulsel Rizal Syarifuddin.
Hadir Wakil Ketua DPRD Sulsel Yusran Sofran, Ketua Fraksi Gerindra yang juga Sekretaris DPD Rusdin Tabi serta pengurus lainnya.
Di gedung KPU Sulsel, elit PPP yang hadir menjadi sasaran pertanyaan media. Ada yang menyebut jika PPP bermain dengan dua kaki. Satu kaki mendukung pasangan Agus-TBL. Sementara satu kaki lainnya tetap kukuh di pasangan IYL-Cakka.
Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPW PPP Sulsel yang ikut mendampingi Agus-TBL Risal Syarifuddin, menegaskan bahwa selaku DPW partai tentu harus tunduk dan patuh terhadap keputusan DPP. Sehingga perintah DPP di dalam form B1 KWK untuk mendaftarkan ke KPU akan ia dilaksanakan.
“Terkait dengan ada ketua DPW dan sekretaris DPW yang tidak mau mendaftarkan ini, saya kira kita kembalikan lagi dalam UU nomor 1 tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah. Bahwa setelah DPP mengeluarkan rekomendasi dan lalu tidak didaftarkan oleh DPW atau dewan pimpinan cabang, maka DPP bisa memandatkan kepada pengurus mendaftarkan ke KPU. Saya yang dimandatkan,” terangnya.
Terpisah, Wakil ketua umum DPP PPP HM Amir Uskara memberikan penegasan kepada seluruh kader PPP di Sulsel agar tetap solid dan setiap di barisan pemenangan IYL-Cakka. “Saya harap seluruh pengurus dan kader untuk tetap solid dan setia di barisan pemenangan IYL-Cakka,” ujar Amir Uskara, Rabu malam.
Sementara itu, Ketua DPW PPP Sulsel HM Aras juga bereaksi. Seharusnya, kata dia, DPP membekukan dirinya selaku ketua dan Asrul Makkaraus selaku sekretaris bila DPP tetap memaksakan mendukung calon lain. “Seharusnya bekukan kepengurusan kami dulu di DPW,” cetus Aras.
Sebelum mendaftar di KPU Sulsel, Agus dan TBL menggelar deklarasi di Celebes Convention Center (CCC) di Jalan Metro Tanjung Bunga.
Dihadapan pendukung dan simpatisannya, Agus-TBL mengaku sempat melakukan diskusi selama dua hari. Dalam diskusi itu, ia diberikan pilihan untuk memutuskan antara salah satu partai politik atau umat. Pilihan tepat baginya lebih memilih ditinggalkan partai politik ketimbang harus kehilangan rakyat.
“Kalaupun nasib saya nantinya akan maju, tentu akan banyak pula partai-partai memberikan dukungan. Tapi saya tidak bisa menyebut partai apa saja. Namun inilah yang terjadi sekarang,” terangnya.
Ia merasa bersyukur adanya Partai Gerindra, PPP, dan Partai Bulan Bintang yang bersama-sama ikut berjuang menjadikan Sulsel Bagus. Tidak kecuali peran tokoh anak muda yang selalu memberikan semangat dan dorongan demi pembangunan Sulsel. “Inilah yang bersama-sama kita untuk berjuang bersama untuk Sulsel Bagus,” katanya.
Sementara itu, Ahmad Tanri Lamo memilih untuk tidak banyak berucap. Ia hanya berpesan kepada pendukung untuk tidak berhenti membantu sosialisasikan pasangan Agus-TBL sebagai calon pemimpin Sulsel. “Doakan kami dan dukung kami di 27 Juni dengan mencoblos kami,” tutupnya.
Setelah diteliti, KPU menegaskan pasangan Agus-TBL dinyatakan memenuhi syarat. Ia mengantongi dukungan dari Gerindra (11 kursi), PBB (1 kursi) dan PPP (7 kursi). (nug-arf/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top