Gojentakmapan

Siswa SMPN 3 Sungguminasa Deklarasi Anti Bully

GOWA, BKM — Pemerintah Indonesia telah menetapkan perlindungan anak sebagai prioritas nasional hingga tahun 2019 mendatang sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2015-2019.
Dalam perlindungan itu ditetapkan aturan mengenai larangan kekerasan terhadap anak khususnya di konteks sekolah yang diatur dalam UU perlindungan anak serta peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 82 tahun 2015 tentang penanggulangan kekerasan di satuan pendidikan.
Penjelasan ini dilontarkan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa, Muchlis saat melakukan kunjungan ke SMPN 3 Sungguminasa, Kabupaten Gowa dalam kunjungan program pencegahan bullying, Selasa pagi (9/1).
Kunjungan ini sebagai rangkaian kunjungan tim monitoring dan evaluasi (Monev) Bappenas yang terdiri dari perwakilan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Bappenas, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Kemendagri, Kemendikbud, Kemensos, perwakilan Unicef, dan Yayasan Indonesia Mengabdi. Kunjungan tim ini disambut Kepala SMPN 3 Sungguminasa dan para guru serta siswa setempat.
Dalam kesempatan mewakili bupati Gowa, Muchlis mengatakan, kompetisi memang penting. Namun bekerjasama jauh lebih penting untuk mewujudkan tempat belajar yang aman dan nyaman bagi siswa, guru dan lainnya.
”Hindari sikap saling menyakiti, mari wujudkan iklim positif di sekolah. Mari kita dirikan agen perubahan sekolah dengan memilih siswa-siswa yang bisa menjadi pelopor dalam mewujudkan pergaulan positif di sekolah. Hari ini kita kampanyekan pencegahan bullying di sekolah. Mari kita dukung anak-anak kita sebagai agent of change,” jelas sekkab.
Marwan Syukani yang juga Asisten Deputi Perlindungan Anak Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sekaligus Ketua Tim Monev Bappenas mengaku salut dengan kreativitas yabg ditunjukkan para siswa SMPN 3 Sungguminasa sebagai agen perubahan di sekolah.
Marwan pun berharap, agen perubahan ini dimiliki seluruh sekolah khususnya di tingkat SMP sehingga pendidikan menengah pertama ini berisi siswa-siswa yang memiliki pikiran positif. (sar/mir)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top