Sulselbar

PDIP Usung Ramlan Badawi di Pilbup Mamasa

BKM/DARMAN ARDI Obed Nego Depparinding

MAMASA, BKM — Mantan Bupati Mamasa, Obed Nego Depparinding gagal mengantongi rekomendasi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Justru sebaliknya, partai bergambar ‘moncong putih’ ini mengusung petahana, H Ramlan Badawi.
Dengan keputusan PDIP ini, Obed Nego yang berencana ikut bertarung dalam pemilihan bupati (Pilbup) Mamasa pada pertengahan tahun 2018 mendatang, menilai PDIP tidak konsisten.
Menurut Obed, PDIP hanya memberi harapan palsu bagi dirinya yang sudah berbulan-bulan menunggu, namun tak juga mendapat rekomendasi. ”Saya sudah tiga bulan menunggu dan berurusan dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Bahkan sudah mengikuti sekolah partai yang diselenggarakan DPP PDIP. Namun setelah menjelang hari pendaftaran, yang diberikan rekomendasi bukan dirinya melainkan petahana. Yakni Ramlan Badawi sebagai calon bupati dan Marthinus Tiranda sebagai calon wakil bupati,” protes Obed.
Obed menegaskan, dewan pengurus PDIP baik dari tingkat pusat hingga tingkat cabang tidak konsisten dengan keputusan yang dikeluarkannya. Sebab, menurut Obed, pada saat pleno yang dipimpin langsung Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarno Putri, dirinya yang diberikan mandat untuk diusung di pemilihan bupati (Pilbup) Mamasa.
”Setelah itu, kami diundang ikut sekolah partai. Bahkan, semua persyaratan administrasi kami sudah penuhi. Setelah semuanya dipenuhi, mereka bilang pulang dulu. Saat kembali ke sana, ternyata yang diberikan rekomendasi bukan kami, tapi pak Ramlan,” kata Obed saat dikonfirmasi via telepon selularnya, Senin (8/1).
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Mamasa, Alpolem, mengungkapkan, DPP PDIP telah memberikan rekomendasi kepada Ramlan Badawi berdasarkan penetapan hasil pleno yang diakomodir DPD PDIP Sulawesi Barat.
“Soal sekolah partai yang dilakukan Obed, itu saya tidak tahu. Karena memang saya tidak pernah urus pak Obed. Yang saya urus itu pak Ramlan sesuai hasil pleno bahwa yang diakomodir untuk diusung pada Pilkada adalah pak Ramlan,” ungkapnya.
Menurut Alpolem, jika ada oknum yang mengaku telah mengantongi rekomendasi dari PDIP selain Ramlan Badawi, itu tidak benar. Karena sesuai hasil pleno PDIP ditingkat kabupaten yang kemudian dibawa ke provinsi dan diteruskan ke DPP, yang diakomodir adalah Ramlan Badawi.
”Nanti di pusat baru ada perkembangan lain. Memang sempat saya dengar bahwa keputusan pleno ditingkat pusat mengeluarkan surat tugas yang diberikan kepada Obed. Tapi tidak sempat diberikan karena tertahan di Sekretaris Jenderal DPP PDIP,” pungkasnya. (dar/mir/c)


Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top