Headline

Mantan Kadis Tersangka Dua Kasus Korupsi

MAKASSAR, BKM — HA Gani Sirman baru saja memasuki masa purna bakti selaku aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Kota Makassar. Namun, siapa sangka jika ia kemudian terseret dalam pusaran kasus dugaan korupsi. Bahkan dua sekaligus.
Tim penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulsel menetapkan enam orang tersangka pada dua kasus dugaan korupsi di lingkup Pemkot Makassar. Masing-masing dua untuk kasus pengadaan fasilitas sanggar kerajinan lorong dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah), serta empat pada kasus pengadaan pohon ketapang kencana.
Pada kasus UMKM, tersangkanya adalah Gani Sirman, yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar. Satunya lagi adalah Dr M Enra Efni, Kepala Bidang UKM Diskop dan UKM Kota Makassar yang bertindak selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).
Untuk perkara dugaan korupsi pengadaan pohon ketapang kencana, lagi-lagi Gani Sirman jadi tersangka. Ketika kegiatan tersebut dilaksanakan, Gani Sirman menjabat sebagai Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan. Sementara tersangka lainnya masing-masing Budi Susilo selaku PPTK, serta dua ASN lainnya, yakni Buyung Haris dan Abubakar Muhajji.
”Dalam penanganan kedua kasus tersebut, telah ditetapkan enam orang tersangka. Satu diantaranya terlibat dalam dua kasus sekaligus, yaitu HA Gani Sirman,” ungkap Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani dalam keterangan persnya, Selasa (9/1) .
Dari hasil audit sementara, tambah Kombes Dicky, ditemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp461.168.958,83 pada kegiatan pengadaan pohon ketapang kencana. Angka tersebut kemungkinannya masih bisa bertambah hingga mencapai Rp1 miliar. Sedangkan untuk proyek UMKM, kerugian negara ditaksir Rp448.914.250.
Dicky menegaskan, penetapan tersangka itu dilakukan berdasarkan alat bukti yang ada. Termasuk hasil penyidikan dari beberapa saksi yang diperiksa di polda hampir sepekan.
“Saat ini kita masih menunggu hasil audit dari BPKP. Tapi yang pasti, dalam kasus itu sudah jelas mengakibatkan kerugian keuangan negara,” tandas Dicky.
Meski telah menyeret enam orang tersangka, penyidik polda belum berhenti. Mereka masuk terus melakukan penyidikan untuk mengungkap dan menemukan tersangka lain dalam kasus tersebut.
”Jadi tidak tertutup kemungkinan akan ada tambahan tersangka. Semua tergantung hasil pengembangan yang dilakukan penyidik serta alat buktinya,” terang Kabid Humas.

Tak Ingin Diganggu

Dihubungi terpisah, Gani Sirman tak berkomentar banyak ketika ditanya soal penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Polda Sulsel. Ia meminta untuk tidak diganggu dengan pertanyaan terkait penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.
”Janganmi dulu gangguka. Kalau mau bertanya soal ketapang kencana atau yang lainnya, langsung dengan kuasa hukum saja,” ujarnya singkat.
Sementara Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, cukup prihatin dengan penetapan tersangka terhadap Gani Sirman dalam kasus dugaan korupsi. Diapun menyerahkan masalah ini ke proses hukum yang berlaku.
“Saya prihatin dan tentunya perlu memberikan kekuatan bagi teman-teman menghadapi proses hukum,” katanya.
Sementara ASN yang ikut terlibat dalam kasus dan juga ditetapkan sebagai tersangka, Danny menyerahkannya kepada proses hukum. Sanksi tetap akan diberikan.
“ASN aktif yang terlibat kita serahkan juga ke proses hukum. Kalau sanksi dari pemerintah kota ada tingkatannya, sesuai tuntutan putusan hukum nantinya,” tandasnya. (mat-arf/rus)


Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top