Headline

Ayah Ajari Teknik Karate, Sekolah Memfasilitasi

BKM/NUGROHO BERSAMA GURU-Gibran bersama guru olahraganya.

PIHAK sekolah menjadi salah satu faktor keberhasilan siswanya. Pola pelatihan dalam kegiatan ekstrakurikuler yang diterapkan menjadi bagian dari upaya mendorong berprestasinya seorang pelajar.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

TAK mudah bagi soerang Gibran untuk menentukan bakatnya di bidang olahraga. Apalagi saat ini ia masih dalam masa pencarian jati diri. Usut punya usut, pihak sekolahnyalah yang menjadi salah satu penentu.
Siapa sangka jika sebelumnya bukan karate yang menjadi kegemaran Gibran. Ia malah lebih tertarik dengan olahraga futsal.
Jelas saja, futsal memang selama ini dianggap lebih populer dibanding karate bagi sebagian anak muda di Makassar. Terutama di kalangan pelajar. Namun baiknya, pihak sekolah tidak langsung merekrut para siswa untuk terjun ke olahraga kegemarannya.
Sama seperti semua siswa lain di SMPN 18 Makassar, Gibran awal mula harus mengikuti pre-test untuk melihat karakter seorang siswa yang cocok di cabang olahraga mana. Selain menentukan cabang olahraganya, di pre-test tersebut juga memfasilitasi apakah siswa tersebut cocok di kategori tunggal atau kategori beregu.
Setelah itu barulah tahap perekrutan. Gibran ternyata dianggap lebih cocok berada di olahraga karate. Ia pun coba mengikuti saran yang diberikan.
Yang melatih Gibran pun tidak sembarang. Bukan dari pihak sekolah, malainkan pelatih karate khusus yang memang fokus menangani karate. Pihak sekolah pun seakan mengerti akan pengembangan bakat para siswanya. Tujuan mereka memang sangat jelas dalam tujuannya mengharumkan nama bangsa.
Namun, pihak sekolah ternyata bukan satu-satunya yang membuat Gibran bisa menjadi seperti sekarang. Orangtuanya tak luput dari semangat itu.
Dikatakan Gibran, ayahnya ternyata juga seorang karateka. Walaupun prestasinya tak sementerang Gibran, namun ayahnyalah yang selama ini mengajarinya teknik-tenik karate. “Ayahku seorang karateka juga. Dia juga yang mengajariku beladiri ini,” ujarnya.
Hingga saat ini, Gibran mungkin merupakan karateka terbaik tingkat SMP. Saat berhadapan dengan lawan-lawannya, penyuka nasi goreng ini tak pernah sekalipun takut. Sampai pada mengikuti juara di Swiss beberapa waktu lalu, ia menyabet juara 1 nomor kumite dan juara 1 nomor katak. Juara tersebut didapatkannya pada kategori perorangan dan beregu.
Dengan pencapaian yang telah diraihnya, tak membuat Gibran sombong. Dia kerap memberi arahan pada teman-temannya yang juga mempunyai hobi sama dengan dirinya. Gibran berharap, medali-medali yang ia menangkan juga bisa diraih oleh rekan-rekannya.
“Sebagai pelajar, jangan terlalu banyak main. Coba manfaatkan waktu untuk hal yang lebih baik. Melakukan hal yang kita suka tapi harus yang positif,” begitu pesan Gibran.
Sejauh ini, Gibran berhasil membuktikan bila seorang pelajar tugasnya bukan semata belajar. Tapi juga bisa mengembangkan bakatnya. Bahkan meraih prestasi dari bakat tersebut.
Untuk ke depannya, Gibran pun punya harapan besar. Ia ingin bisa lebih sukses lagi. Selain itu, ia ingin melihat teman-temannya bisa seperti dirinya, mengharumkan bangsa Indonesia di kancah internasional. (*/rus/b)


Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top