Headline

Amir Uskara Akui PPP Bisa Beralih ke Agus-TBL

MAKASSAR, BKM — Tahapan pemilihan gubernur (pilgub) Sulsel kini telah memasuki proses pendaftaran. Meski begitu, perburuan partai politik pengusung masih terus berlangsung. Khususnya oleh pasangan Agus Arifin Nu’mang-Ahmad Tanribali Lamo (AAN-TBL).
Usai meraih dukungan Partai Gerindra, duet AgangTa disebutkan sangat berpotensi mendapatkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pengalihan dukungan partai yang selama ini berada di barisan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Ichsan Yasin Limpo (IYL-Cakka), diakui Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP HM Amir Uskara.
“Iya, memang ada peluang dukungan atau usungan PPP berubah di DPP,” ujar Amir Uskara, Senin (8/1).
Amir yang juga anggota DPR RI ini mengakui bila ada kekuatan besar yang terus melakukan komunikasi dengan petinggi di DPP PPP. “Kita akui kalau ada kekuatan yang besar ikut bermain. Tapi soal pastinya apakah pindah, kami belum tahu,” ucap Amir.
Jika dukungan PPP yang mengontrol 7 kusih beralih, maka pasangan Agus-TBL sudah dipastikan memiliki dukungan parpol yang cukup. Sebab Partai Gerindra punya 11 kursi, serta PBB 1 kursi.
Sebelumnya, Agus-TBL juga sudah menyampaikan ke KPU jika akan datang mendaftar pada hari Rabu sore (10/1).
Kemarin, Senin (8/1), dua pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur telah mendaftar. Masing-masing Prof Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-AS) yang datang pada pukul 08.00 Wita. Mereka didampingi para pimpinan partai politik pengusung dan pendukung, relawan dan tim kerabat. Pasangan ini diterima Ketua KPU Sulsel Iqbal Latif dan empat komisioner KPU lainnya.
Mengenakan kemeja biru muda, NA-ASS datang didampingi istri masing-masing. Terlihat pada bagian depan Ketua DPD PDIP Sulsel Andi Ridwan Wittiri, Ketua DPW PKS Sulsel Mallarangan Tutu serta Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi.
Usai pemeriksaan seluruh berkas persyaratan pendaftaran, Ketua KPU Sulsel, Iqbal Latif menyatakan NA-ASS berhak maju di pilgub Sulsel, 27 Juni mendatang.
Syarat 17 kursi yang ditetapkan oleh KPU untuk maju di pilgub 2018 berhasil dipenuhi pasangan dengan tagline Prof Andalan.
NA mengatakan jika Sulsel saat ini telah menjadi contoh pengembangan ekonomi yang baik di Indonesia. Ia pun berharap akan bisa melanjutkan kinerja para pendahulunya untuk lebih membangun Sulsel.
Fokus utamanya adalah membangun infrastruktur yang merata di Sulsel. Ia akan membangun berbagai infrastruktur di berbagai wilayah guna membangun pusat pertumbuhan baru di Sulsel.
“Infrastruktur menjadi sangat penting untuk pengembangan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Sulsel,” kata NA.
Ia juga akan membangun berbagai kawasan industri di Sulsel. Tujuannya supaya gairah ekonomi semakin terasa di daerah ini. “Dengan begitu, lapangan kerja juga akan tercipta. Kami juga mencoba untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” seru NA.
“NA-AAS akan menjadi kontestan yang damai,” sebut NA dalam sambutannya.
NA-AAS sepakat untuk menjadi contoh pasangan calon yang santun. Tak ada niatan sedikitpun bagi mereka untuk melakukan kampanye hitam.
“Bagi saya, black campaign itu akan menciderai budaya Sulsel. Jadi tak akan pernah kami melakukannnya. Kami akan berusaha menjadi calon yang damai, yang bisa menjadi contoh bagi yang lainnya,” kata NA.
AAS menambahkan, dirinya bersama NA akan siap mengikuti segala proses yang ada. Mengikuti segala proses tanpa melakukan kecurangan dalam proses pemilihan ini. “Kami berharap dengan tindakan kami, pemilu di Sulsel juga bisa menjadi contoh bagi pemilu yang ada di Indonesia,” jelas AAS.
Partai pengusung NA-AAS sampai akhirnya resmi menjadi calon gubernur adalah PDIP, PKS, PAN, dan PSI.
Disinggung mengenai usungan Gerindra yang beralih ke Agus-TBL, NA menjawabnya dengan santai. Tak sedikitpun bagi NA bahwa ia merasa ditinggal oleh Gerindra maupun TBL. Ia menganggap jika hal itu wajar karena politik baginya memang dinamis.
“Terima kasih untuk Gerindra karena telah mengusung kami. Walaupun pada akhirnya tidak mengusung sampai akhir karena ada hal yang lain dan sebagainya. Namun kami masih merasa bersama Gerindra. Kami juga sempat mengucapkan selamat ke Pak TBL. Artinya, kami tetap menjalin hubungan baik,” kata Bupati Bantaeng dua periode ini.
Dua jam setelah NA-ASS mendaftar, datang pula pasangan Nurdin Halid-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz). Mereka didampingi Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartanto, mantan Gubernur Sulsel Amin Syam, Ketua DPW Nasdem Sulsel Rusdi Masse, Ketua DPD Hanura Sulsel Andi Ilhamsyah Mattalatta, Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad dan Ketua DPP PKPI Sulsel Suzanna Kaharuddin.
Dalam sambutannya, NH menitikberatkan pada peran masyarakat dalam proses pencalonannya. Baginya, tak ada yang bisa menetapkannya sebagai pemimpin tanpa adanya rakyat.
“Saya bertekad mewakafkan diri untuk masyarakat Sulsel. Tanpa rakyat, tak ada yang bisa menetapkan kami sebagai pemimpin,” tegas NH.
Menurut NH, dirinya memang bukan yang terbaik, namun ingin membuat yang terbaik. “Kami mungkin bukan yang terbaik, tapi kami datang ke sini dengan kebaikan,” tambah NH menutup sambutannya.
Syarat minimal kursi untuk maju berhasil dipenuhi pasangan NH-Aziz dengan jumlah perolehan kursi pasangan ini jauh lebih dari cukup. Jumlah kursi dukungan pasangan ini mencapai 35 kursi.
Disinggung mengenai kasus yang pernah menjeratnya, NH menanggapinya dengan santai. Ia tak menampik jika dirinya pernah dipidana, namun menolak disebut koruptor.
“Saya pernah dipidana. Hal itu tak bisa saya sembunyikan. Tapi saat itu terbukti bahwa saya tidak menikmati hasil korupsi. Jadi saya bukan koruptor,” tegasnya.
Mengenakan jas tutup warna kuning, bersarung sutera (lipa sabbe) serta songkok recca to Bone, NH menegaskan bila dirinya dipidana bukan karena hukum pidana, tapi karena kebijakan. Namun setiap orang pasti punya kesalahan di masa lalunya, tapi jangan pernah mengekang masa depannya.
Kabag Humas KPU, Asrar Marlang mengatakan, dua hari ke depan akan ada dua pasangan calon lagi yang akan melakukan pendaftaran. Yaitu pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) dan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (AAN-TBL).
Pasangan IYL-Cakka direncanakan mendaftar pada Rabu (10/1) pukul 09.00 Wita. AAN-TBL juga akan mendaftarkan di hari yang sama, namun pada jam yang berbeda. Yakni pukul 11.00 Wita. (nug/rus/b)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top