Headline

Agar Jaya Oppo Pimpin KONI Makasssar

MAKASSAR, BKM — Musyawarah Kota (Muskot) KONI Kota Makassar ke VIII digelar di Hotel Gammara Makassar, Sabtu-Minggu (6-7/1). Ketua KONI demisioner HM Agar Jaya terpilih kembali (oppo) memimpin KONI Makassar periode 2018-2022.
Mantan Kabag Keuangan Pemkot Makassar itu terpilih secara aklamasi dengan mengantongi 30 rekomendasi pengusur cabang olahraga (cabor) dari 30 Cabor anggota KONI Kota Makassar.
”Setelah berkas diteliti dan hanya satu pendaftar calon ketum, maka Drs HM Agar Jaya, MM terpilih secara aklamasi setelah didukung 30 cabor,” ujar Ruslan Abu, yang memimpin sidang.
Setelah acara pemilihan, dilanjutkan dengan penetapan ketum terpilih sekaligus menutup rapat pleno.
Dalam sambutannya, HM Agar Jaya mengatakan apa yang menjadi titipan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto terkait peningkatan prestasi atlet dan pelatih, akan menjadi perhatian utama bagi pengurus.
Soal Porda Pinrang yang sisa beberapa bulan lagi, Agar berharap kontingen Makassar akan memberikan yang terbaik. Dengan anggaran Rp24 miliar yang dimiliki KONI saat ini dinilai cukup memadai untuk bisa meraih prestasi terbaik di arena Porda.
Sebagai formatur tunggal, Agar juga memilih Ketua Cabang Judo Dr Burhanuddin dan Ketua Cabor Billiar DR Hamri Haya untuk mendampinginya menyusun komposisi kepengurusan empat tahun mendatang.
Hanya saja, keputusan Agar Jaya memilih Dr Hamri yang juga Camat Rappocini Kota Makassar dinilai sebuah blunder oleh sebagian pengurus cabor. Apalagi figur yang dipilihnya tidak menghadiri muskot, mulai dari pembukaan hingga penutupan.
”Kenapa memilih yang tidak hadir sebagai formatur? Secara etika organisasi tentu sangat tidak baik. Sebab masih banyak pengurus Cabor yang layak masuk formatur,” ujar salah seorang pengurus Cabor, kemarin.
”Menurut saya penunjukan Dr Hamri sesuatu yang keliru. Apalagi yang bersangkutan tidak hadir hingga acara selesai,” tandas pengurus Cabor lainnya. (ila)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top