Headline

SYL Klaim Sulsel Maju Pesat, Dewan Masih Ragu

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengklaim selama lima tahun memimpin di periode keduanya, Provinsi Sulsel maju pesat. Klaim ini berdasarkan beberapa indikator pembangunan. Namun, klaim ini masih diragukan anggota DPRD Sulsel.

Dalam Laporan Pertanggungjawaban (LKPj) akhir masa jabatan 2013-2018 di rapat paripurna DPRD Sulsel, Jumat (5/1) Syahrul memaparkan berbagai program yang berhasil dicapai selama lima tahun bersana Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang.
Syahrul menjelaskan, diawal menjabat, APBD Sulsel baru mencapai 5,33 triliun lebih. Tahun 2017 total ABPD Sulsel sudah mencapai 9,14 triliun.
Untuk tingkat pertumbuhan ekonomi antara 2008-2017 sebesar 7,2 persen atau lebih tinggu di atas rata-rata nasional yang hanya sebesar 5,79 persen.
Sementara itu, Syahrul mengatakan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) selama lima tahun terakhir juga mengalami peningkatan cukup menggembirakan. Pada tahun 2013 nilai IPM 67,92 menjadi 69,76 pada 2016.
Pencapaian itu, katanya, menunjukkan bahwa kualitas kesehatan pendidikan dan kemampuan daya beli masyarakat membaik. Akselerasi IPM Sulsel dalam 10 tahun terakhir mengalami percepatan pertumbuhan sebesar 0,93 persen jauh diatas rata-rata nasional 0,89 persen.
Ia mengatakan, ada tujuh misi utama pembangunan yang tercantum dalam RPJMD 2013-2018. Diantaranya, semakin berkembangnya masyarakat yang religius, meningkatkan kemakmuran ekonomi, kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan, meningkatkan akses kulitas pelayanan kesehatan dan infrastruktur.
“Khusus infrastruktur berbagai sarana telah dibangun mulai dari jalan ruas Perintis Kemerdekaan – Ir Soetami, pembangunan Bypass Mamminasata dengan panjang 48,25 km, pembangunan Midlle Ring Road (MRR) sepanjang 7,08 Km. pembangunan jalan ruas Maros -Watampone sepanjang 143,81 Km, Pelebaran jalan poros Sungguminasa-Malino, pembangunan tol Mamminasata, menghadirkan empat DAM besar, dan masih banyak lagi,” paparnya.
Gubernur menyampaikan keberhasilannya selama memimpin sekitar satu jam dalam laporan sekitar 30 halaman.

DPRD akan Cek RPJMD

Ketua Pansus RPJMD, Selle KS Dalle menilai masih ada pekerjaan rumah yang harus dituntaskan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel sebelum masa jabatan berakhir.
Utamanya masalah pengurangan angka kemiskinan. Kata Selle belum sesuai dengan target RPJMD.
Hal itu diungkapkan Selle usai menghadiri rapat paripurna Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Akhir Masa Jabatan Gubernur periode 2013-2018.
“Belum terealisasi. Dari segi target pengurangan angka kemiskinan belum tercapai sesuai yang tertuang dalam RPJMD,” beber Selle.
Ia juga mengatakan laporan pertanggungjawaban yang disampaikan pemprov sangat fantastis. Ia ragu, pemprov bisa mencapainya. Perlu data yang akurat.
“Kita lihat dulu data yang disampaikan Pemprov dengan BPS. Jangan berspekulasi,” tegasnya.
Selle mengatakan Pemprov di masa SAYANG II memang hujan penghargaan. Namun tak berarti jika tak mampu mencapai target realisasi RPJMD.
“Ukuran kesuksesan sebuah periode pemerintahan itu dilihat pada target RPJMD itu tercapai atau tidak. Kita apresiasi penghargaannya, tapi RPJMD-nya perlu dilihat dulu,” ungkap sekretaris Komisi B itu.
Ketua DPRD Sulsel, Moh Roem menambahkan akan mengecek hasil RPJMD 2013-2018 mana yang tercapai dan tidak tercapai. Pansus diberi waktu seminggu untuk menyusun hasilnya.
“Akan kita lihat capaiannya. Ukurannya di RPJMD apakah tercapai. Secara umum kita optimis tapi tunggu hasil dari pansus dulu,” tambahnya.
LKPJ-AMJ merupakan ringkasan laporan dari tahun-tahun sebelumnya. Isinya terkait pencapaian Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Hanya saja, rapat paripurna sangat sedikit dihadiri oleh anggota dewan. Dari 85 legislator, hanya 50 orang yang hadir. sembilan diantaranya izin dan satu orang berhalangan hadir karena sakit, sisanya tanpa keterangan.
Ketua DPRD Sulsel Moh Roem mengakui beberapa legislator tak hadir karena sedang berada di Jakarta. Termasuk dua orang wakil ketua DPRD yang tidak hadir.
“Satu orang itu karena tunggu rekomendasi, satunya lagi dampingi DPP-nya untuk memberikan rekomendasi. Sementara satu wakil ketua, sementara menikahkan anaknya. Anggota yang lain mungkin juga sibuk urus rekomendasi,” katanya.
Seperti diketahui dalam rapat kemarin, selain Roem wakil ketua DPRD yang hadir hanya Yusran Sofyan (Gerindra). Sementara Ashabul Kahfi (PAN) izin karena anaknya menikah.
Untuk Ni’matullah yang menjabat sebagai Ketua DPD Demokrat Sulsel sedang berada di Jakarta. Satu wakil lainnya, Rachmatika Dewi (Nasdem) yang maju di Pilwalkot Makassar sementara menunggu rekomendasi juga di Jakarta.
Tak hanya legislator, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang dan Sekretaris Daerah Sulsel Abdul Latif juga tak hadir dalam rapat paripurna tersebut.
Saat menyampaikan LKPJ-AMJ, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sempat menyebutkan alasan ketidakhadiran keduanya.
“Pak Wagub dan Sekda, sementara persiapkan Pilkada di Jakarta. mereka berdua, harus datang ke sana menjemput rekomendasinya,” sebutnya. (rhm/maf)


Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top