Headline

Tenaga Ahli Stadion Barombong Belum Tersertifikasi

MAKASSAR, BKM — Satu demi satu fakta terkuak dari kasus robohnya tribun selatan Stadion Barombong. Yang terbaru ialah, tenaga ahli yang dipekerjakan oleh PT Usaha Subur Sejahtera belum tersertifikasi.
Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Sulsel Hasbi Ali yang mengungkap hal itu. Menurut dia, jika merujuk pada Undang-undang Jasa Konstruksi, dalam sebuah proyek, setiap tenaga ahli, bahkan pekerja diharuskan mengantongi sertifikasi dari LPJK.
”Mengantongi sertifikasi keahlian dan sertifikat keahlian perseorangan itu bersifat wajib. Bahkan harusnya dijadikan syarat kepesertaan lelang proyek,” kata Hasbi Ali, kemarin.
Dari pantauannya pada pelaksanaan proyek di Stadion Barombong, tidak dipungkiri jika banyak diantara para pekerja yang belum menguasai teknik-teknik sesuai standar. Sehingga kuat dugaan para pekerja belum mengantongi sertifikat keahlian perseorangan.
“Secara kelembagaan kami menemukan hal tersebut. Tapi kami tetap harus melakukan pengkajian dan pendataan lebih lanjut. Yang pasti, dalam peninjauan kemarin, tenaga ahli dan pekerjanya kami lihat banyak yang belum menguasai teknik teknik sesuai standar LPJK. Makanya, kami menduga banyak dari mereka yang tidak tersertifikasi,” bebernya.
Terpisah, Direktur Anti Corruption Commitee (ACC) Sulawesi Abd Muthalib menilai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Stadion Barombong telah lalai dalam menyeleksi rekanan. Khususnya terhadap PT Usaha Subur Sejahtera selaku pemenang lelang.
Sebab Unit Layanan Pengadaan (ULP) hanyalah sebuah sistem yang menerima data peserta lelang, dan melakukan verifikasi berdasarkan data yang dimasukkan oleh PPK.
”PPK proyek ini bisa disebut lalai, sebab tidak melakukan verifikasi dengan detil. Padahal jika dicek, banyak hal yang mencurigakan dari PT Subur Sejahtera tersebut,” ujar Muthalib, Selasa (6/12).
Misalnya, sanksi KPPU terkait praktik kongkalikong antara pelaksana proyek dan PT Subur Sejahtera selaku peserta lelang. Seharusnya masalah ini menjadi perhatian serius.
”Kenapa bisa diloloskan. Ada apa PPK mendaftarkan dan memenangkan tanpa pertimbangan. Apalagi diketahui belakangan ini banyak tenaga ahlinya tidak tersertifikasi,” tandas Muthalib.
Ia mendorong agar hal ini terus didalami. Sebab besar kemungkinan dugaan praktik kongkalikong antara pelaksana dan rekanan telah terjadi. Hal ini berimbas pada robohnya proyek tribun sesaat usai dicor.
Sementara itu, Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi Sulsel menjadwalkan untuk kembali melakukan peninjauan terhadap proyek Stadion Barombong.
Hal tersebut dikarenakan tim TP4D masih memerlukan keterangan terkait kualitas serta progres pekerjaan proyek. Apakah memang terdapat kesalahan prosedur pekerjaana ataukah memang karena faktor cuaca.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel Salahuddin, mengatakan saat ini masih terus dilakukan pendalaman terkait penyebab pasti ambruknya beton tribun stadion Barombong.
Hanya saja, kata dia, pendalaman yang dilakukan tersebut bukan atas dasar temuan hukum. Melainkan untuk lebih memastikan serta memberikan masukan terhadap pemerintah daerah, agar bisa menjadi petunjuk agar terhindar dari perbuatan melawan hukum, yang berdampak pada timbulnya indikasi korupsi. (mat/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top