Headline

Tak Menyerah Walau Pernah Ditipu Pelanggan

IST DAPUR RISOL-Ikhsan memperlihatkan brand risoles yang dijual di tokonya.

SIAPA yang berhenti berusaha pasti akan gagal. Sebaliknya, siapa yang dengan tekun melakoni usahanya tentu akan menuai hasil. Kalimat bijak ini bukan sekadar penyemangat semata. Tapi menjadi pegangan dalam mengarungi hidup.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

IKHSAN terlihat tengah membantu karyawannya menggoreng risol ketika BKM mengunjunginya. Dengan telaten, ia menunggu hingga matang. Kemudian meniri dan menyajikannya kepada BKM.
Di dalam tokonya itu ia kemudian berhenti menggoreng. Ikhsan lalu meluangkan waktu untuk berbincang sejenak. Proses menggoreng dilanjutkan oleh karyawannya yang lain.
Ikhsan bercerita sambil penuh senyum. Ia begitu mendalami kisah dan perjalanan hidupnya.
Dalam ceritanya, ada banyak suka serta duka yang ia lalui untuk membesarkan usahanya kini. Berbagai pengalaman menarik, dari mulai ditipu pelanggan sampai merasakan betul dampak dalam persaingan usaha. Namun yang jelas, tak pernah ada keinginannya untuk menyerah.
Saat masih menitipkan risolnya di beberapa tempat fotocopy di kampusnya, ia pernah merasakan hal yang tidak mengenakkan. Sempat menjalin kerja sama yang baik, tiba-tiba kesepakatannya dengan salah satu tempat fotocopy di sana diberhentikan secara sepihak.
Melihat penjualan risol makin lama makin banyak yang mengorder, ternyata si pemilik foto copy saat itu juga berniat membuat risol sendiri. Akhirnya, secara tiba-tiba pun saat itu tempat fotocopy tersebut tidak menerima risol milik Ikhsan.
“Sebenarnya tidak masalah jika ingin memutuskan kerja sama, tapi kan baiknya bilang dulu. Apalagi saat itu saya sudah siapkan banyak risol untuk orderan rutin di sana. Jadi rugi.. he..he..he,” kenang Ikhsan sambil sedikit tertawa.
Tapi layaknya seorang pengusaha, ia pantang menyerah begitu saja. Kejadian seperti itu bahkan ia jadikan sebuah pelajaran berharga. “Ndak apa jugalah. Mungkin begitulah namanya sebuah persaingan. Saya ambil hikmahnya saja. Saya belajar dari itu semua,” tambah Ikhsan.
Selain itu, Ikhsan juga pernah ditipu oleh pelanggannya. Saat itu ada seorang pelanggan yang datang kepadanya untuk memesan risol untuk sebuah acara. Tidak sedikit jumlahnya. Dipesan sebanyak 70 dos untuk langsung dipersiapkan.
Setelah packingnya selesai dikerjakan, pelanggan tersebut seakan menghilang. Tak bisa lagi dihubungi oleh Ikhsan. Mau tidak mau, saat itu lagi-lagi ia merugi.
Namun ada hikmah di balik itu semua. Kejadian tersebut tak membuat Ikhsan mati ide. Risol sebanyak 70 dos yang tadinya sudah ia packing dan tak tahu harus diapakan, akhirnya dicobanya untuk dimasukkan di media sosial. Tak disangka, minat para penggiat media sosial akan risolnya pun luar biasa.
Karena ditipu, ia pun kini malah punya ide baru untuk penjulan risolnya. Sampai saat ini, selain ia memasarkan produksinya di Dapur Risol, kebanyakan orderannya malah berasal dari media sosial. “Malah sekarang 80 persen penjualan Dapur Risol ini di media sosial,” kata Ikhsan.
Ikhsan pun bersyukur atas pencapaiannya kini. Ia hanya berharap jika pemerintah terus memperhatikan para pengusaha makanan tradisional seperti dirinya. Selama ini ia sendiri belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah setempat. Namun ia tetap berharap usahanya bisa terus maju. (*/rus/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top