Headline

Prof Nurdin Berinovasi di Bidang Kesehatan dan Industri

Prof Nurdin Abdullah Bantaeng di Hari Jadi ke-763

SEMBILAN tahun lalu, tepatnya 2008, HM Nurdin Abdullah yang terlahir di Parepare dan besar di Makassar, kembali ke tanah leluhurnya Bantaeng. Ketika itu, daerah yang berjuluk Butta Toa ini kurang diminati untuk dijadikan obyek studi banding oleh daerah lain. Pantai Marina dan Seruni tidak memiliki daya tarik.
Warga bantaran sungai di wilayah perkotaan dan sekitarnya tidak tenang jika musim hujan melanda. Infrastruktur jalan ke pelosok belum merata berhotmix. Tidak ada perkebunan apel, strobery, maupun kawasan industri.
Nurani Nurdin Abdullah terpanggil ke Bantaeng untuk melaksanakan amanah leluhurnya yang pernah menjabat selaku raja, yakni Karaeng Pawiloi, Raja Bantaeng ke-30 (1913-1933) dan ke-33 (1945-1950).
Ketika itu, Nurdin Abdullah bergelar doktor yang diraih di Jepang, langsung melakukan gebrakan spektakuler. Dia mengubah Pantai Marina dan Seruni dari pantai mati menjadi obyek wisata. Membangun cekdam Balang Sikuyu yang membebaskan warga kota dari ancaman banjir
Sang Profesor yang kini memasuki pengujung paruh kedua pemerintahannya selaku bupati Bantaeng, kembali merancang program inovasi. Diantaranya di bidang kesehatan dan industri.

Inovasi Bidang Kesehatan

Terminal darah puskesmas merupakan inovasi bidang kesehatan dalam upaya menjaga ketersediaan darah bagi ibu melahirkan. Dengan inovasi ini, apabila terjadi komplikasi persalinan berupa perdarahan, maka dapat diantisipasi dengan persediaan darah yang tersimpan pada kulkas darah masing-masing puskesmas sejak 7 hari sebelum taksiran persalinan.
Selain itu, sejak tahun 2017 Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng membentuk Kader Kesehatan dalam upaya mengantisipasi keterlambatan penemuan kasus di masyarakat. Kader yang dibentuk menyesuaikan masalah yang ada di wilayah masing-masing puskesmas.
Adapun kader kesehatan yang terbentuk, berbeda dengan kader posyandu, yakni Kader Surveilans, Kader Promkes, Kader TB, Kader KIA, Kader Jumantik dan Kader Posbindu. Kader-kader ini diharapkan memperkuat pencapaian cakupan program Dinas Kesehatan.
Kegiatan inovasi di bidang kesehatan yang dilakukan adalah PSC Goes To Community. Kegiatan ini memberdayakan masyarakat sebagai lini terdepan dalam upaya pertolongan pertama terhadap kasus kecelakaan dan kegawatdaruratan yang lain.
Tokoh masyarakat, agama serta tokoh pemuda yang tergabung dalam karang taruna, tukang ojek, sopir angkot, dan polisi lalulintas diberikan pelatihan Bantuan Hidup Dasar oleh Satgas Brigade Siaga Bencana PSC 119 KabupatenBantaeng.
PSC Goes To School dilakukan untuk menghadapi kasus gawat darurat di sekolah yang sering kali terjadi. Tujuannya guna meningkatkan respon time penanganan awal kasus tersebut Puskesmas bekerjasama dengan PSC 119 Bantaeng.
Kegiatan yang dilaksanakan berupa pelatihan bantuan hidup dasar kepada guru dan siswa sekolah (SMP dan SMA). Dengan hadirnya kegiatan tersebut diharapkan guru dan siswa terlatih mampu melakukan tindakan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) di sekolah.
Guna meningkatkan jangkauan akses pelayanan kesehatan, khususnya kesehatan ibu dan anak, maka dilaksanakan Program 1 Bidan 1 Dusun. Inovasi ini bertujuan mempercepat respon time pelayanan kesehatan ibu dan anak di wilayah Bantaeng.
Surveilans berbasis sekolah merupakan kegiatan inovasi yang bertujuan untuk mendeteksi dini penyakit penyebab ketidakhadiran anak sekolah, adanya potensi kejadian luar biasa/wabah penyakit yang mungkin terjadi. Sehingga anak sekolah yang sakit mendapat perawatan yang cepat dan tepat.
Sementara itu, dalam upaya menyebarluaskan promosi kesehatan secara masif ke masyarakat, Dinas Kesehatan menggandeng tokoh agama dari berbagai agama. Mereka diminta memasukkan materi-materi kesehatan dalam ceramahnya pada jemaah masing-masing. Misalnya perilaku hidup bersih dan sehat, pentingnya ASI ekslusif, dan materi promosi kesehatan lainnya.

Bidang Industri

Untuk menunjang kelancaran operasional industri di kawasan Pa’jujukang, Profesor Nurdin merencanakan pemindahan jalan nasional poros Bantaeng-Bulukumba.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bantaeng A Syafruddin melalui Kabid Jalan dan Jembatan Edy Rahmat, Rabu (6/12), maket jalan tersebut sudah rampung untuk dijadikan sebagai kado Hari Jadi Bantaeng ke-763 yang peringatannya berlangsung hari ini, Kamis (7/12)..
Dikemukakan Edy, program ini termasuk rencana jangka panjang. Kata dia, selain memperlancar arus lalulintas di kawasan industri, juga menguntungkan bagi pengguna jalan antarkabupaten. Karena jaraknya diperpendek dari 12 menjadi 9 kilometer.
Rencana lainnya membangun rest area seluas 4.650 meter persegi di Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu, perbatasan Bantaeng-Jeneponto. Profesor berharap, program ini bisa rampung sebelum masa jabatannya berakhir Agustus 2018.
Kabid Bina Marga Syahriani Said, mengatakan rest area tersebut sudah diajukan untuk dianggarkan pada APBD pokok 2018.
Dijelaskan Syahriani, di rest area ini akan dibangun pusat kuliner, masjid, klinik dan toilet umum. “Pak Bupati mengharapkan rest area tersebut terwujud sebelum masa jabatannya berakhir,” katanya. (wam/rus/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top