Kriminal

Mayat Perempuan Ditemukan di Kamar Kos

MAKASSAR, BKM — Penghuni kos serta warga Jalan Ina Saudari Nomor 5 digegerkan dengan ditemukan mayat seorang wanita di dalam kamar. Namanya Lusi Rizkiany (23), beralamat di Desa Karanghegar, Kecamatan Pabijaran, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Jasad Lusi pertama kali ditemukan oleh tetangga kosnya bernama Liliana (38). Menurut penuturkannya, Liliana awalnya mencium bau menyengat di dalam kamarnya. Ia kemudian menyemprotnya menggunakan pengharum ruangan. Selanjutnya ia tidur.
Hanya saja, bau menyengat tetap tercium. Ia mulai menaruh curiga ke tetangga kosnya. Sebab sudah dua hari lamanya tidak kelihatan, setelah ia meminjam helm milik korban.
Liliana kemudian berinisiatif mencari tahu kondisi Lusi. Ia lalu mengajak seorang tetangga kosnya bernama Siti Komariah. Keduanya lalu mengintip ke dalam. Mereka melihat tubuh Lusi mengenakan selimut.
Untuk mengetahui pasti keadaan korban, saksi kemudian menghubungi pemilik rumah kos bernama Efendi (46), warga Jalan Nusantara nomor 282. Tidak lama berselang pemilik kos datang.
Dia lalu membuka pintu kamar korban dengan cara mendobrak dan menggunakan linggis. Begitu pintu kamar terbuka, ketiga saksi terkejut menemukan korban dalam keadaan sudah tak bernyawa.
Aparat kepolisian dari tim identifikasi dan anggota Polsek Ujung Pandang yang dipimpin Kapolsek Kompol Wahyu Basuki, tiba di lokasi kejadian pada Selasa sore (5/12). Menyusul tim Biodekkes Polda Sulsel sekitar pukul 14.30 Wita.
Selajutnya petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara. Juga mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Jasad korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum.
Kapolsek Ujung Pandang Kompol Wahyu Basuki yang dikonfirmasi, Rabu (6/12) membenarkan penemuan mayat seorang wanita di sebuah kamar kos. ”Tetangga kamar kos curiga setelah dua hari korban tak kelihatan,” ujarnya.
Menurut pengakuan saksi, tambah Kompol Wahyu, pada hari Minggu (3/12) ia sempat chat melalui Whatsapp dengan korban untuk memesan pulsa.
”Menurut keterangan saksi, terakhis kali dia chating dengan korban pada hari Minggu. Ia hendak memesan pulsa. Karena korban ini jualan pulsa. Korban sempat mengirimkan pulsa Rp10 ribu ke nomor saksi,” jelas Wahyu.
Polisi juga telah meminta keterangan saksi lain bernama Atika BT Ajang (24), Ardiansyah Firman (26) dan H Aswin, Trisna (24). Mereka menyebutkan, pada hari Sabtu dinihari (2/12) terakhir melihat korban di Dunkin Donats sekitar pukul 02.00 Wita.
”Dulunya korban bersama saksi Trisna bekerja di My Place. Namun sudah dua tahun terakhir ia tak lagi bekerja di tempat tersebut. Tinggal di rumah kos lokasi kejadian baru sekitar 7 bulan dengan menjual pulsa, tiket dan lain lain. Sementara biaya hidup dan kontrakannyadibayar oleh pacarnya bernama Jovan,” jelas Wahyu lagi.
Menurut Wahyu, pacar korban belum mengetahui kematian Lusi. Keterangan dari saksi, sang pacar biasa datang ke kamar kos korban pada siang hari. (ish/rus/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top