Headline

Lima Pelaku Hipnotis Diringkus di Hotel

BKM/JULDAM HIPNOTIS-Lima pelaku hipnotis yang diamankan di Polsek Mamajang.

MAKASSAR, BKM — Lima orang pelaku hipnotis asal Jawa diringkus aparat Polsek Mamajang di Hotel Bunga Permata, Kabupaten Maros, Selasa (5/12) pukul 19.00 Wita. Sebelumnya, mereka biasa beraksi di wilayah hukum Polsek Mamajang.
Aksinya berhasil terekam kamera pengintai (CCTV). Pelaku menggunakan mobil Kijang Innova warna hitam bernomor polisi DD 2021 AD.
Dari lima orang tersebut, empat diantaranya perempuan. Masing-masing Sarinah alias Ali (37) beralamat di Jalan Cengkong, Kosambi, Tangerang, Banten. Kala beraksi, ia berperan berpura-pura mencari jahe merah lalu menyuruh korban untuk naik ke mobil.
Cerry Clesia alias Tesia (35), warga Jalan Labuh nomor 14 Jakarta Barat bertindak menyuruh korban untuk mengambil uang dan emas di rumahnya.
Arna Kristian alias Arna (50), beralamat di Jalan Budi Mulia nomor 30 Jakarta Utara mengajak korban berbicara. Sementara Arvhina Mellenia (24), tinggal di Jalan Utama Raya nomor 14 Jakarta Utara.
Seorang pria bernama Liem Thensing alias Andi (37), beralamat di Jalan Cengkong, Kosambi, Tangerang, Banten bertindak sebagai sopir.
Kapolsek Mamajang Kompol Christian Kadang mengemukakan, penangkapan kelima pelaku bermula dari laporan seorang korban bernama Elly Lengkey (55). Warga Jalan Baji Bicara 2 ini dihipnotis ketika sedang berbelanja di pasar Jalan Cendrawasih.
Saat itu, tiba-tiba ada dua orang perempuan yang menegurnya. Mereka bertanya di mana ada penjual jahe merah. Korban menjawab bahwa ada di Pasar Terong.
Pelaku kemudian meminta kepada korban untuk diantar ke rumah orang pintar yang bisa mengobati orang sakit. Karena merasa prihatin, korban menyetujui dan langsung naik ke atas mobil ketika diajak oleh pelaku.
Ternyata, korban Elly dibawa ke rumahnya di Jalan Baji Bicara. Tujuannya untuk mengambil beras, emas dan uang. Alasan pelaku, untuk menghindari musibah kematian yang akan datang kepada anak bungsu korban.
Elly merasa kaget dan langsung menyetujui permintaan pelaku. Mobil yang mereka kendarai berhenti di ujung lorong. Korban pun diturunkan dan diminta untuk segera ke rumahnya.
Tak lama kemudian korban datang dan langsung memberikan barang yang sudah dibungkusnya dengan kertas koran. Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp55 juta.
Merasa tertipu, Elly melapor ke Polsek Mamajang. Polisi yang menindaklanjuti laporan tersebut langsung mengecek CCTV di sekitar rumah korban.
Hasilnya, salah satu CCTV di sekitar TKP merekam mobil pelaku. Polisi lalu melacak keberadaan mobil tersebut. Informasi dari warga menyebutkan bahwa pelaku diduga melarikan diri ke Maros.
Polisi kemudian mengembangkan informasi tersebut dengan meluncur ke Kabupaten Maros. Ketika melintas di depan Hotel Bunga Permata, mobil pelaku terlihat parkir.
Petugas lalu masuk ke dalam hotel mencari tahu pemilik mobil. Tidak lama kemudian muncul lima orang dari kamar hotel. Mereka menggunakan bahasa Indonesia kental dengan logat Jawa.
Tanpa menunggu waktu lama, mereka langsung diamankan. Kamar hotel tempatnya menginap digeledah. Ditemukan barang bukti hasil kejahatan. Masing-masing dua kalung emas seberat 12 gram. Satu kalung emas putih seberat 5 gram.
Empat gelang emas seberat 21 gram. Tujuh cincin emas seberat 14 gram. Tiga mainan kalung emas seberat 3 gram. Dan uang sebesar Rp 4,7 juta.
”Tersangka mengaku dari Jawa dan menginap di hotel. Mereka kemudian menyewa mobil dengan alasan jalan-jalan sambil melakukan aksi hipnotis pengunjung pasar,” jelas Kompol Christian Kadang. (jul/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top