Sulselbar

Disdagtriankop UKM Sulbar Latih Pembuatan Kursi dan Meja

IST PELATIHAN -- Para peserta yang berasal dari Kabupaten Mamasa tampak begitu antusias mengikuti pelatihan pembuatan meja dan kursi berbahan baku bambu yang dilaksanakan Disdagtriankop UKM Sulbar.

MAMUJU, BKM — Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi (Disdagtriankop) Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menggelar pelatihan teknis pembuatan kursi dan meja berbahan baku bambu di Kabupaten Mamasa. Pelatihan yang berlangsung pada 27 Nopember hingga 1 Desember 2017 ini diikuti sebanyak 30 orang.
Pelatihan ini dibuka langsung Kepala Disdagtriankop UKM Provinsi Sulbar, H Bahtiar HS, SE. MM. Pada pelatihan ini menghadirkan dua orang instruktur dari Yogyakarta, yakni Pardi dan Parman. Kedua instruktur ini langsung memberikan metode pada seluruh peserta untuk menjadi kreatif dalam melakukan pembuatan meja dan kursi.
H Bahtiar mengatakan, dengan adanya pelatihan yang menghadirkan instruktur langsung dari Yogyakarta, betul-betul dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya para peserta.
”Jika ilmu tentang teknik pembuatan meja dan kursi dari bambu dapat diserap dengan baik, maka tentu akan memberikan nilai tambah kepada para pelaku usaha kerajinan pembuatan meja dan kursi dari bambu. Maka ini akan memberi perubahan kepada mereka untuk bisa lebih kreatif lagi,” ujar Bahtiar.
Pemberian pelatihan pembuatan meja dan kursi dari bambu tentu akan membuat para pengrajin lebih kreatif. Dipilihnya bahan baku bambu untuk pembuatan kursi dan meja dalam pelatihan ini, karena bambu sangatlah mendukung di Kabupaten Mamasa.
”Kita harapkan ada sebuah kemajuan dalam membangun industri kreatif. Termasuk pada tata cara membikin kursi dan meja ini, yang terbuat dari bambu. Kalau ini dikembangkan di Mamasa dan wilayah lainnya di Provinsi Sulbar maka akan memberikan dampak positif pada masyarakat. Yang penting masyarakat menerapkannya secara maksimal,” papar Bahtiar.Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi UKM Disdagtriankop UKM Provinsi Sulbar, Drs Petrus Iminggus MM memaparkan, adanya kegiatan pelatihan yang diberikan bagi masyarakat Mamasa yang memang memiliki kompetensi dalam kualitas terhadap melakukan kerajinan untuk membuat kursi dan meja dari bambu.
”Dipilihnya Kabupaten sebagai tempat pelaksanaan materi pelatihan pembuatan meja dan kursi dari bambu, karena daerah ini memiliki potensi bahan baku bambu yang cukup banyak. Sehingga kita harapkan, dengan adanya pelatihan ini, para peserta yang semuanya berasal dari Mamasa akan menerapkan ilmu yang telah diperolehnya selama pelatihan. Sehingga mereka bisa mengembangkan usaha industri kerajinan membuat kursi dan meja dari bambu,” kata Petrus Iminggus.
Kehadiran dua instruktur dari Yogyakarta diharapkan mereka mampu mentransferkan ilmunya. Sehingga akan memberi perubahan pada pola hidup masyarakat. Jika ini diterapkan di tengah-tengah masyarakat Mamasa maka akan memberi perubahan ekonomi kepada masyarakat setempat dan sekitarnya.
”Kami juga mengharapkan masyarakat untuk memiliki kemauan dan semangat dalam meningkatkan daya saing menuju pada kreativitas yang dimiliki. Kalau masyarakat memiliki kreatif maka mereka akan memiliki daya saing kuat,” tandas Petrus. (ala/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top