Metro

Dewan Minta Dinsos Serius Tangani 325 Anjal

MAKASSAR, BKM– Anggota DPRD Makassar meminta kepada pihak terkait dalam hal ini Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar agar serius menangani maraknya anak jalanan yang masih saja berkeliaran.

Pasalnya, dibeberapa tempat simpang traffic light yang ada di Kota Makassar masih saja terlihat anak jalanan dan meminta-minta ke pengendara.
Bahkan dari pantauan BKM ketika traffic light menyala para gelandangan yang terdiri dari anak-ana kecil nekat menerobos jalan tanpa memikirkan keselamatannya.
“Kami minta pihak Dinas Sosial secepatnya melakukan penertiban dan melakukan pembinaan karena kalau dibiarkan jumlahnya akan bertambah banyak,” ujar anggota Komisi D Bidang Kesejhateraan Rakyat DPRD Makassar, Mudzakkir Ali Djamil, Rabu (6/12).
Muda sapaan akrab Mudzakkir juga meminta Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Anak menyediakan rumah singgah untuk pembinaan anak jalanan, gelandangan, pengemis dan Pengamen.
“Dinsos dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar untuk tidak menunda lagi menyediakan rumah binaan untuk para anjal, yang menurutnya sudah mulai banyak ditemui di jalan,” kata Muda.
Alibi atau pernyataan dari Dinsos yang tidak mampu mengatasi anjal, tambah legislator Fraksi PKS ini dikarenakan fasilitas dan penampungan yang tidak ada. Hal inilah yang membuat dewan sudah menyewa tempat pembinaan.
“Saya sudah rekomendasikan itu, makanya Dinsos tidak punya alasan lagi. Nanti sibuk cari fasum fasos baru tidak jelas mending sewa gedung saja anggarannya ada di APBD tinggal cari strategis untuk pembinaan,” ujarnya.
Penegasan yang sama dikatakan anggota Komisi D DPRD Makassar, Amar Bustanul. Menurut Amar, implementasi Kebijakan Peraturan Daerah No 2 Tahun 2008 tentang Pembinaan Anak Jalanan, Gelandangan, Pengemis, dan Pengamen di Kota Makassar belum maksimal, bahkan kini anjal semakin hari semakin berkeliaran di jalanan.
“Memang Dinsos tidak bertindak. Tidak ada mi juga saya lihat penertiban pengemis dan pengamen serta pengawasannya juga kurang,” bebernya.
Legislator Fraksi Gerindra ini berharap Dinsos segera melakukan tindakan dan tidak hanya membiarkan. Persoalan penampungan Amar meminta Dinsos menyediakan rumah sewa yang bisa dijadikan tempat penampungan.
Sesuai data dari Dinas Sosial, dari Januari hingga Desember tahun ini sebanyak 325 anak jalanan, gelandangan pengemis sebanyak 244, pengamen 147 orang, wanita tuna susila 33 orang, waria 9 orang, pengguna obat-obatan dan lem 160 orang serta psikotik 118 orang.
Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Sosial, Mukhtar Tahir mengatakan, solusi mengatasi anak jalanan dan gepeng yakni memperanyak jaring jaring Tim Reaksi Cepat (TRC). Terkait penanganannya butuh kerjasama stake holder terkait, OPD dan masyarakat.
“Sosialisasikan jagai anak ta’ antisipasi anak anak jangan sampai solusi anak turun ke jalan. Bagaimana tim tim reaksi cepat untuk memantau 24 jam di jalan jalan, mengunakan CCTV di warroom memberikan informasi kepada TRC tentang maraknya persoalan di jalan,” tegas Mukhtar Tahir. (jun-ita/war/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top