Metro

Bersihkan Drainase Hingga Pukul 01.00 Dini Hari

BKM/JUNI SEWANG SEMANGAT-- Nursalam tetap semangat dan mengaku senang menjadi Satgas Drainase. Disamping pekerjaan amal, ia juga bisa menafkahi istri dan tiga anaknya.

Arus lalu lintas di Jalan AP Petta Rani setiap Jumat terlihat begitu padat. Puluhan kendaraan berjalan lambat. Bau yang tidak sedap menambah suasana pagi yang awalnya begitu sejuk, berubah menjadi udara tidak sehat.

Laporan: JUNI SEWANG

Di dalam drainase terlihat anggota Satuan Tugas (Satgas) Drainase dari kecamatan membersihkan dan mengangkat sampah, sedimen tanah maupun lumpur yang menutup drainase.
Alat sekop, karung dan tempat sampah terlihat di pinggir jalan bersama gundukan karung berisi lumpur dan tanah hasil pengerukan. Pembersihan drainase itu dilakukan Satgas Drainase.
Pekerjaan tersebut juga dilakoni Nursalam, anggota Satgas Drainase di Kecamatan Makassar.
Pria kelahiran Makassar 1973 itu mengaku, sudah melakoni pekerjaan sejakbeberapa tahun lalu. Dia tahu benar risiko yang dihadapi ketika bekerja membersihkan drainase.
Namun, hal itu tidak menyiutkan nyalinya untuk terus menjaga drainase tetap bersih dan tidak terjadi genangan ataupun banjir. “Saya harus siap turun dan menyelam di dalam drainase yang tersumbat. Itu semua saya anggap sebagai risiko pekerjaan di lapangan,” ujar Nursalam.
Dalam Dunia pekerjaan, kata Nursalam, orang tidak bloeh lagi memilih pekerjaan yang sesuai dengan pribadi atau keahlian masing masing. Sebab bisa saja pekerjaan yang dilakoni tidak sama dengan harapan dan cita-cita sebelumnya. “Banyak yang bilang kalau pekerjaan ini adalah hal yang “Jorok” karena berhubungan dengan air kotor di dalam drainase, tapi jangan salah sebab menjadi petugas sampah adalah pekerjaan yang mulia,” tegas Nursalam.
Pria yang memiliki tiga anak ini harus siap 24 jam membersihkan drainase. Dengan luas wilayah kurang lebih 2,52 Km2, Nursalam terkadang melakukan pengerukan sampah hingga pukul 01.00 malam. Seperti jika terjadi genangan dan banjir saat turun hujan.
“Kalau musim hujan terkadang kami melakukan pengerukan hingga tegah malam untuk wilayah genangan, terkadang pulang pulang ke rumah hingga terserang penyakit demam,” ujar Nursalam.
Setiap bulannya Nursalam mendapat insentif Rp1,7 juta, dengan Rp1,7 juta dirinya bisa menafkahi istri dan ketiga anaknya.
“Anak pertama saya sudah sekolah tingkat SMP kelas 2, untuk nomor dua kelas dua SD. Dengan honor Rp1,7 juta istri juga terkadang merasa kurang, tapi alhamdulillah terkadang ada juga pekerjaan pekerjaan tambahan yang menambah penghasilan,” ungkapnya.
Dirinya merasa senang dengan pekerjaannya sebagai petugas drainase dikarenakan orang orang yang menjadi partner kerjanya hampir semua merupakan kerabatnya
“Saya suka ji kerjaku, rata rata semua temanku, pengawasku juga baik, pimpinanku juga loyal suka kasi tambahan,” tuturnya. (jun/war/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top