Metro

Berkutak Persoalan Ekonomi

SEBAGIAN anak jalanan serta gelandangan dan pengemis di Kota Makassar yang kerap terlihat di pinggir-pinggir jalan memang bermasalah dari segi ekonomi.
Dua orang anjal yang ditemui BKM di salah satu minimarket Jalan Dg Tata mengaku jika faktor ekonomi lah yang mendorong mereka kerap mangkal di pinggir jalan. Mereka kerap meminta uang parkir kepada pengunjung disana, padahal usia mereka barulah sekitar tujuh tahun.
Salah satu anjal, Heri mengatakan, jika orang tuanya hanya bekerja sebagai supir bentor. Anak usia tujuh tahun yang tinggal di Jalan Dg Tata 1 ini harus bekerja apapun demi keperluannya.
Heri bersekolah di SDN 2 Parangtambung kelas 2. Kadang tiap sore tiba, ia pergi ke beberapa minimarket untuk menjadi tukang parkir. Bahkan juga ia harus mengemis kepada orang-orang yang lewat.
Satu lagi namanya Akbar. Ia juga saat ini tengah bersekolah di SDN 1 Parangtambung kelas 3. Akbar lebih miris lagi. Ayahnya sakit-sakitan sejak lama dan saat ini terpaksa tak bisa mencari nafkah. Hasilnya yang mencari nafkah di keluarganya adalah dirinya.
Hal sama juga dialami Heri, kadang menjadi tukang parkir, kadang juga mengemis. “Siapa-siapa mi saja yang kasih k uang. Saya ji memang yang cari uang di rumah,” kata Akbar.
BKM juga menemui salah satu seorang gepeng di Jalan Raya Pendidikan samping Kampus UNM Gunung Sari. Namanya Dg. Jare, tinggal di Jalan Dangko, Makassar. Ia adalah penderita kusta yang tiap hari kadang berkeliling kota mancari belas kasihan masyarakat.
Dg. Jare mengatakan jika ia mengemis karena ia butuh tambahan uang untuk memenuhi hidupnya dan keluarganya. Ia juga mengaku kalau anaknya kini mulai memelihara bebek untuk menambah penghasilan ekonomi keluarga. Namun untuk saat ini ia juga masih ingin mengemis karena himpitan ekonomi.(nug/war/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top