Kriminal

Perampok Nasabah Bank Rp246 Juta Ditembak

IST TEMBAK-Tersangka Samsuddin Dg Pasang duduk di kursi roda usai menjalani pengangkatan proyektil peluru di RS Bhayangkara.

MAKASSAR, BKM — Seorang lelaki setengah baya duduk di atas sebuah kursi roda. Beberapa pria berbaju kaos tampak mengelilinginya. Ada diantaranya yang menenteng senjata laras panjang.
Pemandangan ini tersaji di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Bhayangkara, Selasa (5/12) dinihari. Lelaki di kursi roda tersebut bernama Samsuddin Dg Pasang. Berusia 42 tahun. Sementara pria di sekelilingnya adalah personel kepolisian dari tim Resimen Mobile (Resmob) Polda Sulsel.
Samsuddin baru saja menjalani pengangkatan proyektil peluru dari bagian kakinya. Perban berwarna putih melilit bagian tubuh yang telah bocor diterjang dua butir timah panas.
Tim Resmob Polda Sulsel mengambil tegas terhadap Samsuddin, karena mencoba melarikan diri sesaat setelah ditangkap. Ia diringkus menyusul keterlibatannya dalam kasus perampokan nasabah bank.
Samsuddin adalah warga Kampung Je’ne Ma’dinging, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa. Dalam catatan kepolisian, ia terlibat kasus perampokan uang senilai Rp246 juta. Korban merupakan salah seorang nasabah bank yang baru saja mencairkan dananya di BRI Unit Kapasa.
Saat itu, korban mengendarai sepeda motor dan hendak kembali ke kantor perusahaannya di Kawasan Industri Makassar (KIMA) 10. Tas berisi uang ia gantung di depannya.
Ketika melintas di KIMA 10, tak jauh dari kantornya, tiba-tiba muncul dua orang pelaku berboncengan motor. Kendaraannya tidak menggunakan plat nomor.
Pelaku langsung menghampirinya lalu menendang korban. Seketika itu juga ia terjatuh dari atas kendaraannya.
Salah seorang pelaku yang diidentifikasi bernama Rudi kemudian menodongkan pisau ke tubuh korban. Sementara Samsuddin beraksi dengan menggasak tas berisi uang ratusan juta. Setelah itu mereka melarikan diri.
Tak lama seusai kejadian, korban lalu melapor ke SPKT Mapolda Sulsel. Nomor laporannya: LP/392/IX/2017/SPKT/Polda Sulsel, tertanggal 4 Desember 2017.
Tim Resmob Polda Sulsel langsung menindaklanjuti laporan tersebut. Penyelidikan pun dilakukan. Akhirnya keberadaan seorang pelaku terlacak. Samsuddin diketahui tengah bersembunyi di Kampung Je’ne Ma’dinging, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.
Pergerakan personel langsung menuju ke lokasi yang disebutkan. Sebuah rumah dikepung pada Senin (4/12) malam. Hasilnya, Samsuddin berhasil diringkus tanpa perlawanan.
Dia lalu diinterogasi. Samsuddin mengaku melakukan perampokan di KIMA 10 bersama seorang rekannya bernama Rudi. Sebelum di lokasi ini, ia juga telah beraksi di sejumlah tempat lainnya.
Dari perampokan di KIMA 10, tersangka mengambil ats korban berisi uang ratusan juta serta HP Blackberry.
Usai dimintai keterangannya, Samsuddin kemudian digiring untuk pengembangan kasus. Ia diminta menunjukkan tempat persembunyian rekannya Rudi. Namun, akal bulusnya muncul di tengah perjalanan. Dia meronta dan berusaha melepaskan diri dari kawalan petugas.
Tapi polisi tak ingin hasil tangkapannya kabur. Usai tiga kali tembakan peringatan dilesakkan ke udara dan tak dihiraukan, petugas bertindak tegas. Dorr..dorr…. Dua peluru bersarang di kaki Samsuddin. Diapun tak berkutik.
Kanit Resmob Polda Sulsel AKP Edy Sabhara yang dikonfirmasi, Selasa (5/12), membenarkan penangkapan seorang tersangka perampok nasabah banak. ”Anggota mengambil tindakan tegas, karena tersangka melakukan perlawanan,” ujarnya.
Dari tangan tersangka polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya satu unit gawai merk Samsung warna hitam. Satu HP Cross warna silver. Dua buah jam tangan. Dua unit sepeda motor, masing-masing Yamaha Jupiter dan RX King warna biru. Kendaraan tersebut dibeli oleh tersangka dari uang hasil curiannya.
”Masih ada satu tersangka lain yang dalam pengejaran, yakni RD warga Biringkanaya,” jelas Edy Sabhara. (ish/rus/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top