Headline

Pemprov Klaim Belum Ada Kerugian Negara

PERSOALAN yang kini membelit proyek pembangunan Stadion Barombong, diklaim masih bisa diselesaikan di internal antara Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel, konsultan pengawas dan perencanaan serta kontraktor pelaksana.
Proses pengecoran yang bermasalah siap ditanggung oleh kontraktor. Segala kerugian yang terjadi akibat pengerjaan masih menjadi tanggungan pelaksana.
“Apapun kerusakan yang terjadi menjadi tanggung jawab pelaksana (kontraktor). Belum ada kerugian negara yang terjadi. Kecuali kalau sudah diserahkan ke pemprov kemudian roboh, itu baru ada kerugian,” kata Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel Abdul Latif saat ditemui di kantor gubernur, Selasa (5/12).
Latif melanjutkan, untuk persoalan hukum, sejauh ini tak ada yang ditemukan. Kesimpulan ini berdasarkan temuan tim Inspektorat Sulsel, dan dinas lingkup pekerjaan umum yang turun melakukan penelitian.
Ia kemudian merujuk pada Undang-undang nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Kontruksi. Di sana disebutkan, bahwa selama proses pengerjaan berlangsung, tak boleh ada pihak lain yang masuk. Apalagi sampai menganggu proses pengerjaan fisik.
“Kami sudah minta Inspektorat bersama dinas ke-PU-an meneliti seperti apa di sana. Silakan kalau ada yang mau melihat dan memantau, asal tidak mengganggu pengerjaan fisik,” tandasnya.
Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, menambahkan masalah ambruknya satu segmen di lantai tiga masih dalam kendali pihak kontraktor. Karena itu, dirinya berharap persoalan ini tak dipolitisasi.
“Saya sudah minta Kadispora untuk duduk bersama dengan konsultan perencana dan pengawas, serta kontraktor. Apa memang ada persoalan cuaca atau masalah lain. Dinas terkait juga turun,” tambahnya.
Kepala Inspektorat Sulsel Lutfi Nasir, mengatakan hasil kajian dari Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang turun bersama instansi terkait, tak menemukan kerugian negara. Termasuk korban jiwa akibat ambruknya satu segmen, Sabtu pekan lalu.
“Tidak ada kerugian negara, karena masih dalam tanggungan kontraktor. Soal TP4D, tidak mutlak seluruh pengerjaan harus dilaporkan. Mereka cukup memberikan assessment hukum, legal opini dan pendampingan hukum,” ungkap Lutfi yang baru sehari menjabat ini, kemarin. (rhm/rus)

Sepak Terjang
PT Usaha Subur Sejahtera

DARI hasil penelusuran di website Mahkamah Agung (MA), diketahui sepak terjang PT Usaha Subur Sejahtera selaku pelaksana proyek stadion Barombong. Disebutkan, perusahaan pernah bermasalah dalam proses tender. Tepatnya tahun 2012 lalu, saat mengerjakan proyek jalan di Sulawesi Barat.
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), menyatakan PT Usaha Subur Sejahtera terlibat persekongkolan tender proyek jalan nasional wilayah I Sulawesi Barat tahun anggaran 2012. Ini diperkuat oleh Putusan Mahkamah Agung Nomor 430 K/Pdt.Sus-KPPU/2015 Tahun 2015 yang sekaligus menolak upaya kasasi.
Proyek ini terdiri dari paket pekerjaan jalan lingkar Bandara Tampa Padang (lanjutan), dan tender pada Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Sulbar Tahun Anggaran 2012. Terdiri dari pelebaran Jalan Kalukku Salubatu II, tender pelebaran Jalan Baras Karossa, tender pelebaran Jalan Kalukku Salubatu I, dan tender pelebaran Jalan Topoyo Barakang.
KPPU menyatakan PT Usaha Subur Sejahtera sebagai pihak terlapor VI bersama Pokja Pengadaan Wilayah I (Terlapor I), Pokja Pengadaan Wilayah II (Terlapor II), PT Passokorang (Terlapor III), PT Aphasko Utamajaya (Terlapor IV), PT Usaha Subur Sejahtera (Terlapor V), PT Bukit Bahari Indah (Terlapor VII), PT Putra Jaya (Terlapor VIII), PT Latanindo Graha Persada (Terlapor IX), dan PT Duta Indah Pratama Mamuju (Terlapor X) secara sah dan meyakinkan melanggar Undang-undang Nomor 5 tahun 1999 Pasal 22 tentang Persekongkolan Tender.
“Majelis KPPU menjatuhkan putusan denda kepada Terlapor III Rp10,108 miliar, Terlapor IV Rp4.234.575.000, Terlapor V Rp3.680.300.000, Terlapor VI Rp3.438.900.000, Terlapor VII Rp3.296.475.000, Terlapor VIII Rp2.128.650, Terlapor IX Rp2.932.500, dan Terlapor X sebesar Rp1 miliar,” demikian isi putusan KPPU.
Di situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemprov Sulsel, PT Usaha Subur Sejahtera memenangkan lelang pembangunan tribun utara dan selatan Stadion Barombong dengan nilai penawaran Rp45.353.888.000, dari nilai pagu Rp46.031.689.000. Kontraktor ini juga memenangkan tender pembangunan tribun barat di stadion yang sama dengan penandatanganan kontrak pada 4 Oktober 2017.
Perusahaan berhasil menang setelah mengajukan penawaran harga Rp43.978.704.000 dari nilai pagu Rp44.248.691. Pengerjaan proyek tribun barat dilakukan pada 4 November 2017 dan direncanakan rampung pada 31 Desember 2017.
PT Usaha Subur Sejahtera beralamat di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Nomor 272 Kota Makassar. Direktur Utama Perusahaan dijabat oleh Nuryedi Abbas, dan dua komisaris yakni JK Tahar dan Jefri Tahar.
Stadion Barombong bukanlah proyek pertama yang berhasil mereka menangkan di Makassar. Perusahaan ini sebelumnya juga memenangkan sejumlah proyek penting di Sulawesi Selatan. Seperti proyek lanjutan pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN Untia) dengan nilai penawaran Rp14.506.689.921 dari nilai pagu Rp14.700.000.000.
Pada tahun 2013, perusahaan memenangkan lelang proyek paket 1 pembangunan jalan perkerasan aspal Dakta. Mereka menawarkan harga Rp5.062.569.000 dari nilai pagu Rp5.079.023.000.
Selanjutnya PT Usaha Subur Sejahtera juga memenangkan lelang proyek kegiatan peningkatan kualitas skala kawasan Bajoe, Kabupaten Bone untuk tahun anggaran 2017. Dari nilai pagu Rp7.508.000.0000 yang ditetapkan, PT Usaha Subur Sejahtera menawarkan Rp7.177.216.000.
Kepala Biro Bina Pembangunan Sulsel Jumras, menegaskan selama ini proses lelang dan tender yang dilakukan sudah sesuai aturan. Proses lelang dilakukan secara terbuka dan melalui sistem yang ada.
“Siapa saja kita persilakan ikut lelang. Memang untuk paket tribun barat kita ulang proses lelangnya, karena tidak ada penawaran yang memenuhi. Sampai akhirnya kembali dimenangkan oleh kontraktor yang sama,” ungkapnya.
Terkait pelibatan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejati, Jumras menyebutkan selama ini sudah dilakukan. Terlebih saat proses lelang hingga penandatangan kontrak, tim pokja bersama PPK tetap melakukan koordinasi. (rhm/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top