Headline

Lulusan Arsitektur Rintis Usaha Bermodal Rp300 Ribu

IST BERSAMA KELUARGA-Ikhsan Sari Kamal, pemilik Dapur Risol bersama istri dan anaknya.

SEGALA sesuatu yang dimulai dengan niat baik, diyakini akan berbuah hasil yang baik pula. Latar belakang pendidikan tak jadi penghalang. Itu dibuktikan Ikhsan Sari Kamal.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

PADA sebuah ruko Jalan Toddopuli Raya Timur nomor 184. Tertulis nama Toko Dapur Risol.
Berkaca pada namanya, tempat ini sepertinya menjual aneka jenis risoles. BKM mencoba menyaksikannya lebih jauh. Benar saja. Ada banyak kuliner berbahan dasar risoles di sini.
Inilah tempat usaha milik Ikhsan Sari Kamal. Seorang alumni Teknik Arsitektur Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
Mengapa ia kemudian memilih jenis usaha berjualan kue jenis risoles? Padahal kue seperti ini sudah jamak ditemui di banyak tempat. Tak terkecuali warung serta gerobak di pinggir jalan.
Pertanyaan itu coba dijawab oleh Ikhsan dengan membuat sesuatu pembeda. Ia menghadirkan risoles jajanannya berbeda dengan yang sudah ada selama ini. Risoles yang biasanya dijual di warung-warung berisi sayur. Namun tidak demikian dengan yang dijual di toko Ikhsan.
Ia mengkreasikan risoles dengan berbagai varian rasa. Hasilnya, konsumen penasaran dan ingin mencobanya.
Selain risol original seperti biasa, di tempat ini ada juga risol sosis mayo, risol beef mayo, risol beef cheese mayo, risol choco banana, dan risol corn chicken mayo.
Untuk bisa mendapatkan apa yang ada saat ini, Ikhsan tak meraihnya begitu saja secara mudah. Butuh perjalanan panjang.
Ikhsan bisa dikatakan sebagai seorang pejuang. Pejuang dari sisi ekonomi keluarganya.
Pria kelahiran Pangkep, 28 Desember 1988 ini mulai merintis usahanya medio Agustus 2013 lalu. Sedari masih berstatus mahasiswa, putra pasangan Kamaruddin dan Musdalifah ini memang telah berinisiatif menjual risol.
Hal ini karena kemampuannya membuat risol kala itu, yang kemudian dicobanya untuk dijadikan sebuah usaha. Dengan bermodal Rp 300 ribu, Ikhsan pun mencoba peruntungannya dalam dunia usaha.
Ia mulai memasarkan risolnya. Awalnya, dia menitipkan jualannya ke beberapa tempat foto copy yang ada di kampus tempatnya menimba ilmu kala itu. Kurang lebih ada empat tempat foto copy di empat fakultas yang bekerja sama dengan Ikhsan untuk menitipkan dagangannya.
“Sengaja saya titip di tempat foto copy, karena kalau titip di kantin, fokus pembeli akan terpecah ke jajanan lain. Beda kalau kalau di tempat foto copy,” ungkap Ikhsan memberi alasan.
Keuntungannya di awal bisa dibilang tergolong kecil. Sekitar Rp 500 ribu per bulan saja. Namun ia tetap bersyukur dan terus melanjutkan usaha yang ia yakini akan memberinya pengharapan kelak di kemudian hari.
Waktu terus bergulir, usaha yang digeluti Ikhsan mengalami perkembangan yang cukup baik. Sampai pada akhirnya ia berhasil meraup keuntungan sebesar Rp300 ribu perharinya. Ikhsan kemudian membeli gerobak dan mejajakan risolnya di sekitar Jalan Toddopuli.
Sampai pada akhirnya sejak 2015 lalu ia telah memiliki toko sendiri. Juga mempekerjakan empat orang karyawan.
Omzetnya pun telah berlipat ganda dari pendapatan semula. Kini perbulannya, ia bisa meraup omzet hingga Rp30 juta.
Kini, Ikhsan telah menikmati buah dari kerja kerasnya. Seorang istri bernama Fatmawati Achmad telah menjadi pendampingnya. Kebahagiaan pasangan ini semakin bertambah setelah dikaruniai seorang buah hati bernama Rizqullah Khalifatul Ikhsan. (*/rus/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top