Metro

Dewan akan Labrak Perusahaan Pencemar Lingkungan

MAKASSAR, BKM– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar bakal melakukan penindakkan tegas dan melabrak perusahaan yang disinyalir melakukan pencemaran lingkungan.
Salah satu perusahaan yang akan tindak yakni PT Comextra Majora karena diduga telah mencemari lingkungan dari hasil limbahnya. Malahan ingin melakukan pembongkaran masjid di sekitar pemukiman warga.
Hal tersebut ditegaskan langsung Wakil Ketua Komisi C DPRD Makassar, Sangkala Saddiko. Menurutnya, ia bersama legislator lainnya akan turun pekan depan ke perusahan tersebut. Apalagi, perusahaan itu sudah dua kali dipanggil tetap tidak memenuhi panggilan dewan.
“Kemarin sudah disurati hanya saja tidak ada yang terima. Jika sudah tiga kali dipanggil tidak datang kita turun sidak mereka, mereka juga bukan perusahaan kecil,” ujarnya di gedung DPRD Makassar, kemarin.
Anggota Dapil III meliputi Biringkanaya dan Tamalanrea ini-pun merasa, keluhan warga merupakan keluhan yang berasal dari dapilnya sehingga ia memilikitanggung jawab untuk mengatasi masalah itu.
“Persoalan itu harus diselesaikan. Apalagi itu di dapil saya. Apalagi sudah sampai mau ambil tanah orang untuk jadi ruang terbuka hijau dan akan membongkar masjid, ini jelas sudah salah,” tegasnya.
Anggota Komisi C DPRD Kota Makassar lainnya, Susuman Halim juga mengaku berang atas dampak yang ditimbulkan oleh aktifitas PT Comextra tersebut. Legislator asal Demokrat ini juga menegaskan jika PT Comextra tidak bisa memberikan jaminan terkait dampak yang merugikan warga dan lingkungan, maka ijin operasi perusahaan tersebut harus dicabut.
“Sebagai institusi yang berfungsi melakukan pengawasan, ini tidak bisa kita biarkan. Kita harus secepatnya melakukan kunjungan lapangan kalau begini, ini harus sesegera mungkin di atasi. Dan kalau memang mereka betul merugikan harus ditutup,” berangnya.
Sementara, Anggota Komisi C lainnya, Mustaghfir Sabri, mengaku, tidak bisa mentolerir perusahaan yang telah menimbulkan sekaligus lima dampak yang merusak lingkungan. ” Satu perusahaan sudah bikin lima indikator kerusakan lingkungan, mulai dari pencemaran udara, tanah, air, menimbulkan hama, sampai mau menyerobot lahan warga, bahkan malah mau membongkar masjid. Ini jelas-jelas tidak bisa kita tolerir,” bebernya.
Pengurus Masjid di perumahan Villa Mutiara, Alam membeberkan bahwa jamaah masjid juga tidak bisa memanfaatkan air sumur untuk wudhu, lantaran sumber air yang digunakan tercemar juga.
“Saya juga ingin menyampaikan bahwa jamaah masjid kami sudah tidak bisa menggunakan air sumur untuk wudhu karena sumber air yang kami gunakan tercemar dan berminyak. Kami sudah dua kaki membuat sumur, tapi airnya tetap berminyak,” tuturnya.
Ia juga mengatakan jika melalui RT, pengurus masjid juga diminta membongkar masjid tersebut karena diklaim sebagai lahan PT Comextra Majora. Keluhan lainnya adalah mengenai pintu gudang yang berada dalam kawasan perumahan sehingga sangat mengganggu lantaran aktifitas pabrik dilakukan hanya saat malam hari, dimana warga ingin beristirahat.(ita)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top