Metro

Siswa Sakit Boleh Ikut Ujian Susulan

MAKASSAR, BKM– Pelaksanaan ujian semester tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SD-SMP) di Kota Makassar mulai digelar.

Sebanyak 262 SDN dan 259 SMP masih melangsungkan ujian semester selama empat hari dari Senin, 4-7 Desember.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar Ismunandar menegaskan, pelaksanaan ujian semester sudah mulai dilaksanakan masing-masing SD dan SMP. Siswa yang tidak hadir pada pelaksanaan ujian pertama diberikan kesempatan mengikuti ujian susulan dihari berikutnya.
“Misalnya alasan sakit. Itupun harus diperkuat dengan surat dokter sehingga bisa dibuktikan kalau yang bersangkutan benar sakit,” kata Ismunandar, kemarin.
Ia pun meminta kepada siswa, jika tidak sakit atau tidak ada halangan mendesak, siswa sebaiknya ikut ujian semester. Sebab, menurutnya, ujian semester merupakan bagian dari proses belajar.
Selain siswa yang sakit, siswa yang memiliki nilai kurang juga diberikan kesempatan memgikuti perbaikan nilai, tegas Ismunandar.
Lebih jauh kata Ismunandar, masing-masing sekolah menjaga integritas nilai ujian semester. Pasalnya ujian semester khususnya bagi tingkat SMP menjadi tolok ukur kemampuan siswa untuk menghadapai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
“Ujian semester ini memang penekanannya integritas yang hasil ujiannya dijadikan sebagai alat pemetaan kemampuan siswa. Untuk meningkatkan integritas, pengawasan dalam kelas pada saat ujian diperketat,” sebut Ismunandar.
Sementara itu, pantauan BKM di SMPN 13 Makassar yang berada di Jalan Tamalate VI, siswa terlihat mengerjakan soal ujian. Ujian semeseter hari pertama, siswa mengikuti dua mata pelajaran yakni Pendidikan Agama Islam, Bahasa Indonesia.
Hari ke dua mata pelajaran diberikan IPA dan PPKN. Sementara ujian hari ke tiga dengan mata pelajaran IPS, Bahasa Inggris dan hari ke empat Matematika.
Pengawas ujian semester ganjir SMPN 13 Makassar, Nur Fahmi mengatakan, pelaksanaan ujian semester dibagi menjadi dua sesi dimulai pukul 07:30 wita sampai 10:50 wita untuk sesi pertama yang diikuti siswa kelas dua dan tiga. Sesi dua dimulai pukul 11:00 wita sampai 14:10 wita untuk kelas satu.
Guru yang menjadi pengawas ujian semester digilir mengawasi pelaksanaan ujian. Sulit untuk guru kelas mengawasi sendiri siswanya dalam mengikuti ujian apalagi sampai dengan memberikan kemudahan dan bantuan berupa jawaban.
“Pengawas ujian semuanya guru di sekolah ini, tapi kita diroling. Dan setiap sesi beda-beda pengawasnya dan tidak ada guru kelas memgawasi siswanya sendiri,” ucapnya.
Adapun waktu yang diberikan siswa mengerjakan soal ujian untuk satu mata pelajaran sekitar satu setengah jam. Peserta ujian diawasi mengerjakan soal sesuai kemampuan masing-masing tanpa bantuan baik dari teman maupun pengawas.
Soal ujian untuk dua mata pelajaran di hari pertama menurut Putri Damayanti tidak begitu sulit. Pasalnya semua soal yang masuk adalah pelajaran yang pernah diterangkan guru-guru di dalam kelas.
“Apalagi malam sebelum ujian saya pelajari kembali. Jadi tidak sulit ji saya kerjakan,” katanya.
Pantauan yang sama juga dilakukan di SMP Negeri 06 Makassar. Kurang lebih 1.000 siswa melaksanakan ujian semester.
“Ujian dilaksanakan secara online, semua menggunakan komputer, dan kebanyakan siswa bawa laptop masing masing,” ungkap Paulina, salah satu tenaga pengajar SMPN 06 Makassar.(jun-arf/war/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top