Headline

Satu-satunya Wakil Indonesia di Vietnam dan Jepang

IST TERBAIK-Putri Khairunnisa mendapat apresiasi atas prestasinya menjadi mahasiswi terbaik di FKG Unhas tahun 2017.

UPAYA yang dilakoni dengan tekun akan berbuah hasil. Hal itu diyakini pula oleh Putri Khairunnisa.

Laporan: Ardhita Anggraeni

MENJADI seorang peneliti di dunia kesehatan, telah mengantarkan Putri meraih berbagai prestasi. Termasuk menginjakkan kakinya di berbagai belahan dunia.
Ia tercatat sebagai satu-satunya wakil mahasiswa asal Indonesia yang mempresentasikan penemuan baru di ajang The Annual Scientific Meeting of SEAADE 2016 Vietnam, belum lama ini.
Kesempatan langka itu didapatkan Putri setelah mengalahkan ribuan peneliti akademis dari seluruh pelosok Indonesia. Di negara tetangga itu, dia berhasil mempresentasikan karyanya terkait Corrosion Resistance of NiTi and NiTi-Cu Archwires in Artificial Saliva.
Even tersebut dilaksanakan South East Asia Association for Dental Education (SEAADE) bekerja sama Faculty of Odonto-Stomatology, University of Medicine and Pharmacy, Vietnam. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan peneliti se-Asia.
“Kaget plus gugup juga. Di sana saya mempresentasikan tentang ketahanan korosi pada kawat NiTi dan stainless steel ortodontik dengan menggunakan uji siklik potentiodinamik dan potensiostatik dalam air liur buatan asam,” ujarnya.
Selain itu, Putri juga merupakan satu-satunya delegasi asal Indonesia yang mengikuti even di Okayama University Dental School Short-Term Study Abroad Program for Undergraduated Student 2016 di Universitas Okayama, Jepang tahun 2017.
Di ajang ini, ia lebih banyak sharing dengan pelajar di Asia tentang dunia kesehatan, khususnya Jepang yang terkenal dengan kemajuan di bidang teknologinya. Kegiatan tersebut diikuti beberapa negara diantaranya Indonesia, Vietnam, Cina, Taiwan, Bangladesh, Tajkistan, Chile, serta Brazil.
Di negeri Sakura, Putri mendapatkan pengalaman yang tak ternilai harganya. Menurutnya, berkunjung ke Jepang merupakan kesempatan unik dan menarik. Ia memperoleh banyak hal yang bisa dipelajari. Khususnya tentang diplomasi dan public speaking.
”Saya juga mempelajari berbagai kultur delegasi lain yang berasal dari belahan dunia yang berbeda-beda. Jepang merupakan sebuah pengalaman yang tak terlupakan,” katanya.
Kini, Putri tengah mengikuti proyek sosial Kampoeng Jamur Tiram sebagai Upaya Pembangunan Ekonomi Masyarakat Borongloe. Bahkan, kegiatan ini menjadi salah satu dari sepuluh proyek (The 10th) Community Empowerment yang mendapat hibah dana pelaksanaan proyek dari Djarum Foundation Bakti Pendidikan.
“Kita mau proyek ini lebih mengedepankan partisipasi rakyat pada lapisan bawah. Konsep pembangunan masyarakat atau community development yang berakar pada partisipasi rakyat,” ujarnya. (*/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top