Gojentakmapan

Panen Raya Padi Upsus Dipusatkan di Bajeng Barat

GOWA, BKM — Berkat ketaatan para petani bercocok tanam dengan memperhatikan kesepakatan dalam musyawarah bersama menyangkut musim tanaman, penentuan bibit dan teknologi yang digunakan setiap tahunnya, sehingga Gowa kini mampu menerapkan panen hingga tiga kali.
Hal itu terbukti dengan dilakukannya panen raya padi hasil upaya khusus (Upsus) yang dilakukan Pemkab Gowa bekerjasama TNI melalui Kodim 1409 Gowa dipusatkan di Desa Mandalle, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, Senin siang (4/12) sekitar pukul 14.30 Wita.
Upsus yang berjalan beberapa tahun ini telah membuahkan hasil baik. Bahkan, membuat Sulsel telah mampu mengekspor beras dan tidak lagi mengimpor beras dari luar.
Camat Bajeng Barat, Muh Darwis, pada kesempatan itu mengatakan, di Bajeng Barat terdapat sekitar 1.500 hektare potensi lahan sawah. Dari jumlah itu, sekitar 1.400 hektare sawah teknis dan sisanya itu sawah tadah hujan. Padi yang dipanen ini adalah hasil tanam tiga kali dalam setahun.
”Ini merupakan manifestasi dari bantuan Alsintan pemerintah baik pusat, provinsi dan kabupaten. Karena itu kami sampaikan terimakasih setinggi-tingginya kepada bupati Gowa, Dandim serta pihak lainnya atas motivasi yang tinggi kepada masyarakat petani di Bajeng Barat ini,” kata Muh Darwis.
Dandim 1409 Gowa, Letkol Inf Al Amin Sarmono mengatakan, sekarang ini di Gowa maupun Sulsel tidak lagi mengimpor beras tapi sudah bisa ekspor, ke Australia salah satunya.
”Ini satu berita gembira. Sekarang kita lakukan Upsus pertanian dalam meningkatkan swasembada pangan dengan target 1.100 hektare luasan penanaman di Bajeng Barat. Pada akhir Desember nanti, semua selesai panenan. Dari target itu, kita sudah mampu lakukan pertanaman 90 persen dari 1.100 hektare. Karena itu, kita berharap petani bisa bekerja keras lebih baik agar jaya Mandalle, jaya Bajeng Barat, jaya bagi Gowa dan Sulsel,” jelas Dandim.
Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dihadapan masyarakat Bajeng Barat khususnya para kelompok tani menegaskan, panen raya ini merupakan sebuah simbol kalau telah terpupuk kebersamaan untuk kita lakukan panen bersama-sama.
”Tak akan mungkin kita capai luasan tanaman jika tidak ada kebersamaan antara petani, pemerintah, TNI serta perbankan. Karena itu, kebersamaan ini jangan dirusak. Tapi kita jaga dan lanjutkan. Padi itu merupakan andalan Pemkab Gowa. Hasil padi kita itu sudah capai over stok 2 juta ton. Ini karena berkat kerja keras kita semua. Pemerintah tidak akan mungkin jalan sendiri tapi butuh uluran dan gandengan tangan TNI dan Polri. Sehingga kita mampu selesaikan masalah apapun termasuk soal hasil pangan ini,” kata Adnan.
Dikatakan bupati, Upsus ini dikerjasamakan dengan TNI. Khusus pengembangannya, semua jenis tanaman pangan dikerjasamakan dengan target pencapaian 34 ribu hektare per tahun untuk penambahan. Dan ini menghasilkan pencapaian beras sekitar 9.000 ton per tahun. (sar/mir)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top