Headline

02 yang Terancam Gagal Maju

MAKASSAR, BKM — Orang nomor dua di sejumlah kabupaten/kota berambisi untuk maju menjadi 01. Baik sebagai bupati maupun wali kota.
Namun, ibarat menggantang asap, mereka terancam gagal maju di kontestasi pilkada serentak 2018 mendatang. Sudah ada diantaranya yang dipastikan tidak bisa ambil bagian dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.
Salah satunya Wakil Bupati Pinrang Darwis Bastama. Kepastian itu diperoleh, menyusul keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menerbitkan rekomendasi untuk mengusung pasangan Abd Latif Malsam-Usman Marham di pilbup Pinrang. Padahal, Darwis Bastama merupakan ketua DPD II Golkar Pinrang.
Adapun 02 lainnya yang terancam tidak ikut bertarung sedikitnya berjumlah tujuh orang. Mereka adalah Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal MI, Wabup Bantaeng Muhammad Yasin, Wabup Sinjai Andi Fajar Yanwar, Wabup Enrekang Amiruddin, Wabup Sidrap Dolla Mando, Wabup Luwu Amru Saher, serta Wawali Palopo Akhmad Syarifuddin alias Ome.
Di Bantaeng, Muhammad Yasin yang juga politisi Nasdem belum mendapatkan rekomendasi partai politik (parpol) yang cukup. Demikian pula Andi Fajar Yanwar di Sinjai. Andi Fajar yang juga ketua DPC Partai Hanura hanya mengontrol tiga kursi. Sementara syarat dukungan minimal enam kursi.
Fajar Yanwar sebenarnya mengincar kursi milik PKB. Namun informasi yang diperoleh, partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar ini lebih condong mengusung pasangan Andi Seto Gadhista Asapa-Andi Kartini, yang lebih awal mendapatkan rekomendasi dari Partai Golkar dan Gerindra.
Hal sama juga dialami Wabup Wajo Andi Syahrir Kube Dauda. Ketua Nasdem Wajo ini juga baru mengamankan dua kursi milik partai tempatnya bernaung. Dua cabup lainnya, yakni dr Baso Rahmanuddin dan Amran telah mendapat rekomendasi parpol yang cukup.
Sementara politisi Golkar Dolla Mando juga gagal mendapatkan rekomendasi. Di Sidrap, hampir semua parpol memberikan rekomendasi ke anggota DPR RI dari PPP Hj Fatmawati Rusdi Masse. Sehingga Wabup Sidrap ini sisa berharap agar mendapat rekomendasi dari Partai Demokrat dan Gerindra. Jika salah satu dari dua partai ini tidak mengeluarkan B1 KWK, maka praktis akan menjadi penonton di Pilbup nanti.
Wabup Enrekang Amiruddin juga belum dipastikan dapat maju. Sebab ketua DPD Nasdem Enrekang ini belum mencukupkan dukungan parpolnya. Bupati Enrekang petahana Muslimin Bando telah mengamankan sedikitnya lima hingga enam dukungan parpol. Di Luwu, Wabup Amru Saher juga terancam tak ikut. Sebab hanya memiliki modal dua kursi dari PKS. Parpol lain sudah merapat ke pasangan Basmin Mattayang-Syukur Bijak. Seperti PPP, PKB, PDIP, dan Demokrat.
Dua wakil wali kota, yakni Akhmad Syarifuddin alias Ome di Palopo dan Syamsu Rizal alias Deng Ical di Makassar, juga di ujung tanduk. Ome yang ketua DPC Hanura belum berhasil mendapatkan dukungan parpol. Demikian pula Deng Ical.
Hingga kini, Deng Ical yang juga sekretaris DPD Demokrat Sulsel masih berharap pengalihan dukungan dari partainya dan PKS. Tak hanya itu, Deng Ical yang dikabarkan akan berpasangan dengan legislator PKS Makassar dua periode M Iqbal Djalil ini juga menunggu dukungan dari Partai Hanura dan Partai Bulan Bintang.
Adapun 02 yang sudah pasti maju karena mendapat dukungan parpol yang cukup, yakni Wabup Jeneponto Mulyadi Mustamu, Wabup Bone Ambo Dalle, serta Wawali Parepare Faisal Andi Sapada.
Wabup Sinjai Fajar Yanwar yang dihubungi lewat ponselnya tidak berhasil dikonfirmasi. Begitupula Wabup Sidrap Dolla Mando. Deng Ical mengaku bila masih ada waktu sebelum pendaftaran di KPU di tutup. “Kan pendaftaran calon di KPU nanti Januari,” ujar Deng Ical. (din-wan/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top