Kriminal

Peran Panitia Pembebasan Lahan Underpass Didalami

MAKASSAR, BKM — Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel terus mendalami kasus dugaan korupsi pembebasan lahan pembangunan jalan underpass simpang lima Mandai-Perintis. Kali ini, dilakukan penelusuran terhadap tim panitia pembebasan lahan dalam proyek tersebut.
Telah ada beberapa pejabat yang dimintai keterangannya terkait masalah pembebasan lahan. Kuat dugaan telah terjadi salah bayar dalam proyek ini.
Mereka yang pernah dimintai keterangannya oleh penyidik antara lain Camat Biringkanaya Andi Syahrum Makkuradde, serta Camat Tamalanrea Kaharuddin Bakti.
“Pemeriksaan serta pendalaman masih terus dilakukan oleh penyidik. Tujuannya untuk mengumpulkan bukti serta fakta-fakta yang kuat,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel Salahuddin, Rabu (29/11).
Dikatakan Salahuddin, penyidik masih terus berupaya mendalami peranan sejumlah pihak yang dianggap ada hubungan serta keterkaitan dalam proses pembebasan lahan tersebut. Namun dia enggan menyebutkan siapa-siapa saja pejabat-pejabat yang kini tengah didalami perannya itu.
“Termasuk tim panitia pembebasan lahan yang juga kita masih dalami perannya,” tandas Kasi Penkum.
Sejauh mana peran dan keterlibatan mereka dalam proyek tersebut, menurut Salahuddin, dibutuhkan kehati-hatian serta ketelitian yang akurat dan obyektif. Sehingga tidak mencederai proses hukum yang dilakukan oleh kejaksaan dalam mengusut tuntas kasus ini.
Sejauh ini, kata dia, penyidik belum memastikan siapa-siapa saja pejabat yang disasar untuk dijadikan tersangka. “Sejauh ini tim masih terus bekerja mengumpulkan bukti-bukti serta fakta-faktanya terlebih dahulu,” cetusnya.
Sebab, penetapan tersangka dalam setiap perkara, utamanya dalam kasus ini, harus didukung dengan alat bukti yang kuat. Yaitu minimal dua barang bukti yang cukup. (mat/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top