Metro

Tes Assesment Banyak Menyita Waktu Calon Rektor Unhas

MAKASSAR, BKM– Enam Calon Rektor Universitas Hasanuddin Periode 2018 – 2022 telah mengikuti assessment di Hotel Novotel, Selasa (14/11).
Keenam bakal calon rektor Unhas tersebut yakni Prof Dwia, Prof Abrar Saleng, Prof Hamka Naping, Prof Yunus Zain, Dr Muh Ramli dan seorang dosen Kopertis IX Makassar, Dr Ikram Idrus.
Salah seorang calon rektor Unhas, Prof Abrar Saleng mengatakan, menghadapi tes assessment ia tidak membutuhkan persiapan formal, namun ia tetap mempersiapkan presentasi untuk menyajikan program dan desain yang relevan yang sesuai dengan visi misi Unhas.
“Persiapannya normatif saja, tidak ada yang begitu di khawatirkan. Saya hanya perlu paparkan soal fokus pada pengembangan SDM Unhas. Mengembangkan dan mengoptimalkan potensi sebagai universitas terbesar di luar pulau Jawa,” ujarnya saat ditemui disela-sela tes wawancara, kemarin.
Selain itu, Guru Besar Fakuktas Hukum Unhas ini memaparkan, bahwa biasanya tes assesment ini mecakup empat sesi yang cukup menyita waktu yaitu In Basket, Leaderless Group Discussion, Case Study, dan Presentation. Proses assesmen terdiri atas asesmen tertulis dan assesment wawancara individual.
“Inikan persoalan kepemimpinan kita kalau terpilih. Saya kira ketika saya memimpin sudah jelas saya akan menjadikan Unhas sebagai Universitas bertaraf internasional atau World Class University. Saya juga tidak akan mengganggu program-program yang sebelumnya berhasil dijalankan oleh para rektor Unhas terdahulu,” tuturnya.
Tim Asesmen berasal dari Lembaga Pengembangan Kualitas Manusia (LPKM) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM). Tim ini dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Prof Dr Fathurrahman MA, bersama tiga orang assesor yaitu Prof Dr Ir Budi S Wignyosukarto Dipl HE, Fathul Himam MPsi MA PhD, dan Siti Sholichah SPsi MPsi.
Sementara itu, Ketua Tim Assesment dari Fakultas Psikologi UGM, Prof Fathurrahman menyatakan, tes assesment ini merupakan langkah normatif namun strategis dalam setiap proses pemilihan Focus Group Discussion (FGD) Kepemimpinan. Sebab tes ini juga merupakan tahap yang dapat mengetahui atau mengukur sejauh mana kepemimpinan para calon membawa unhas kedepannya.
“Hari ini hanya wawancara individual setiap calon yang nantinya hasil assesment psikologi ini menghasilkan gambaran tentang postur psikologis seseorang. Persoalan apakah layak atau tidak, itu tergantung pada kebutuhan dari setiap institusi,” ujarnya.
Bahkan, seorang asesor yang turut hadir Prof Budi S. Wignyosukarto adalah asesor yang baru saja mengikuti pelatihan assesment psikologis dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) khusus untuk asesmen integritas. (ita)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top