Headline

Suardi Janjikan Mutasi Usai Dilantik

IST GLADI RESIK-Suardi Saleh menjalani gladi resik di Ruang Pola Kantor Gubernur, Selasa (14/11).

MAKASSAR, BKM — Rabu (15/11) hari ini tak akan pernah dilupakan oleh Suardi Saleh. Ia dilantik menjadi bupati Barru menggantikan HA Idris Syukur. Pelantikannya dilakukan oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di kantor gubernur.
Sebelum menduduki kursi orang nomor satu di Barru, Suardi Saleh menjabat sebagai wakil bupati di daerah ini. Ia mendampingi A Idris Syukur di periode kedua kepemimpinannya.
Menyusul kasus korupsi yang membelit sang bupati, hingga akhirnya divonis bersalah dan ditahan, Suardi Saleh diserahi amanah untuk memegang tampuk kepemimpinan. Posisinya sebagai pelaksana tugas (plt) bupati. Beberapa lama berselang, ia pun ditunjuk sebagai bupati Barru definitif.
Banyak yang menilai, latar belakang keilmuan dan keahlian sebagai insisnyur teknik akan jauh dari jabatan politik. Namun, hal itu sepertinya tak berlaku bagi Suardi Saleh. Dari seorang birokrat dengan titel insinyur teknik, ia mampu menjadi seorang bupati.
Baginya, memimpin tidak harus sesuai dengan apa yang menjadi latar belakang keilmuan serta keahlian seorang. Sebab, ia dulunya cukup lama menggeluti jabatan yang bersentuhan langsung dengan urusan jalan dan jembatan. Suardi pernah menjabat sebagai kepala Dinas Pekerjaan Umum di luar Barru. Selain itu, juga memimpin Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)
Di beberapa kesempatan, Suardi Saleh yang lama berkiprah sebagai birokrat di Kabupaten Maros dan Pinrang, sangat memimpikan Barru akan lebih maju dari daerah lain. Bukan tidak mungkin mimpi itu akan menjadi kenyataan. Karena daerah yang dipimpinnya kini memiliki berbagai infrastruktur pendukung. Sebut saja Pelabuhan Garongkong, jalur kereta api dan beberapa lokasi yang berpotensi untuk menghadirkan pabrik semen.
Menurut Suardi, salah satu kata kunci kesuksesan suatu daerah, yakni bagaimana sistem pelayanan yang diciptakan mampu memuaskan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saat ini kami tengah meningkatkan program home care. Ini merupakan bentuk kepedulian kami dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat,” kata Suardi.
Program ini tidak hanya menjemput warga yang sakit karena kurang mampu. Namun, dilakukan juga sistem antar bagi warga yang membutuhkan fasilitas transportasi saat hendak pulang dari rumah sakit, namun tidak memiliki biaya. Pengantaran secara gratis ini dilakukan sampai ke rumah warga.
Sebelum dilantik menjadi bupati Barru defenitif, Suardi sudah sangat intens mendatangi langsung pusat-pusat pelayanan publik. Seperti RSUD Barru hingga Kantor Pelayanan Satu Atap. Kebutuhan warga terhadap dokumen kependudukan dan surat izin pun tak luput dari pengawasan Suardi.
Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Suardi tak sungkan menanyakan tentang kepuasan dan ketidakpuasan warga dari pelayanan yang dibutuhkan di RSUD dan Kantor Kependudukan dan Capil.
Selain itu, ia juga sangat rajin melakukan sidrap terhadap sejumlah proyek yang dinilai lamban dalam progres pembangunannya.
“Jika ada rekanan yang sudah diingatkan untuk secepatnya menyelesaikan proyeknya namun tetap telat, maka sudah menjadi risiko kalau pada pekerjaan berikutnya tidak lagi diikutsertakan dalam proses tender. Pihak ULP juga dari awal harus menyusun perencanaan yang baik, supaya tidak menjadi lembaga yang rentan diprotes, ” tandasnya.
Sementara itu, sehari sebelum pelantikan, Selasa (14/11), Suardi Saleh menjalani proses gladi resik di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel. Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Sulsel Hasan Basri Ambarala memimpin gladi.
Dikatakan Hasan Basri, SK penetapan Suardi Saleh sebagai bupati Barru sudah ditandatangani Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.
SK itu sebenarnya sudah diserahkan ke Pemprov Sulsel sejak dua pekan lalu. Namun pelantikan baru dilaksanakan hari ini, mengkondisikan agenda Gubernur Sulsel yang akan melantik.
Menurut Ambarala, pelantikan ini dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Barru, anggota DPRD Barru, tokoh masyarakat, dan pejabat lingkup Pemkab Barru. Mulai kepala OPD hingga kepala desa, lurah dan camat.
“Undangan yang disiapkan 500 eksemplar. Itu sudah mencakup untuk anggota DPRD, Forkopimda, pejabat hingga tokoh masyarakat, ” kata Ambarala.
Dia menambahkan, Suardi dilantik di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel karena undang-undang mengatur pelantikan kepala daerah (bupati/walikota) dilakukan di ibukota provinsi.
Suardi akan melanjutkan periode Andi Idris Syukur yang dicopot setelah tersandung kasus gratifikasi. Dirinya akan menjabat sampai tahun 2021 mendatang.
Ditemui usai melakukan gladi resik upacara pelantikan, Suardi Saleh mengatakan pelantikan dirinya merupakan hal yang biasa. “Cuma hal biasa, hampir sama dengan pelantikan pertama,” katanya.
Terkait langkah pertama yang akan dilakukan setelah menjabat bupati defenitif, Suardi menyebutkan akan melakukan pengisian dan mutasi jabatan. Hal ini dikarenakan banyaknya jabatan yang lowong.
“Kemarin kami sudah pengisian eselon II melalui seleksi terbuka, tapi itu setelah ada izin Kemendagri. Selanjutnya saya akan isi eselon tiga dan empat,” jelasnya.
Selama menjabat pelaksana tugas Bupati, dirinya sudah bekerja untuk mewujudkan visi dan misi yang telah dibuat dalam RPJMD. Termasuk melaksanakan APBD yang sudah disahkan.
Terkait wakil bupati yang akan mendampinginya, Suardi belum memikirkannya. Pasalnya, dirinya ingin fokus pada pelantikan dan melakukan akselerasi pembangunan di Barru.
“Ada ketentuan pengisian wakil yang diusulkan oleh partai pengusung. Dua nama yang akan diusulkan. Koordinasi dan harus disepakati dengan parpol pendukung,” sebutnya.
Untuk itu dirinya akan melakukan konsultasi bersama partai pendukungnya, yaitu PPP, Hanura, PKS dan Gerindra. Termasuk kriteria calon wakil bupati.
“Kriteria pendamping tidak mesti birokrat atau politikus. Yang jelas bisa bekerja sama, memiliki integritas bagus dan pekerja keras. Sejauh ini belum ada, step by step,” jelasnya. (udi-rhm/rus/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top