Kriminal

Oknum Polsek Rappocini Dilapor Aniaya Warga

MAKASSAR, BKM — Seorang oknum Polsek Rappocini dilapor ke SPK Polda Sulsel. Ia diadukan oleh pemuda yang mengaku korban salah tangkap serta dianiaya saat tengah berada di Gedung Juang 45.
Kejadian itu dialami Reynaldi Dwi Putra (22), warga Kompleks Permata Regency Sudiang, Makassar dan Edwin Putra Polopadang (22), beralamat di jalan poros Kariango, Kabupaten Maros.
Peristiwa itu berlangsung Jumat (10/11). Petugas Polsek Rappocini tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku begal.
Oleh oknum polisi tersebut, Reynaldi dan Edwin diduga sebagai begal. Mereka pun tak luput dari tindakan penganiayaan. Wajah serta sekujur tubuhnya mengalami memar.
Menurut pengakuan Reynaldi, penganiayaan itu terjadi saat dirinya mengendarai sepeda motor berboncengan dengan Edwin. Mereka kemudian dinggah di Gedung Juang 45. Tidak lama kemudian, datanglah oknum polisi tersebut yang langsung melemparinya dengan batu.
Kedua korban kaget dan lari ke lorong yang merupakan tempat berjualan buah. Merekapun dikejar oleh polisi. Begitu didapat, mereka ditendang dan dipukuli menggunakan tongkat karet. Setelah itu ia diceburkan ke dalam got, lalu dibawa ke Polsek Rappocini.
Saat diinterogasi, keduanya dinyatakan tidak terbukti sebagai pelaku begal. Mereka kemudian dibebaskan dengan terlebih dahulu menandatangani surat pernyataan, bahwa tidak terjadi kerusakan pada motornya.
Tak terima perlakuan tersebut, korban bernama Reynaldi melaporkan peristiwa yang menimpanya ke Propam Polda Sulsel. Pengaduannya tertuang dalam bukti surat laporan polisi STTLP/527/XI/2017/SPKT, tertanggal 11 November 2017.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi, membenarkan adanya laporan seorang warga terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Polsek Rappocini.
“Iya, ada warga melapor mengaku dianiaya oleh oknum polisi. Dia melapor di SPKT. Kasusnya masih dalam penyelidikan tim propam,” kata Dicky. (ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top