Bisnis

Kita Indienesia Wadahi Komunitas Industri Kreatif

BKM/CHAIRIL INDRA SOFT LAUNCHING -- Fadhly PADI sedang menjelaskan mengenai perkembangan industri kreatif di Makassar di sela soft launching Working Space Kita Indienesia.

MAKASSAR, BKM — Satu lagi tempat nongkrong bagi kaum muda Makassar hadir dibilangan Jalan Mappanyukki, working space Kita Indienesia. Berbeda tempat nongkrong lainnya, Kita Indienesia hadir untuk para komunitas industri kreatif ataupun mereka yang punya kepedulian mengembangkan industri kreatif.
”Berawal dari semakin berkembangnya industri kreatif di kota Makassar, dalam pengembangan ekosistem industri kreatif salah satunya dibutuhkan wadah atau tempat yang bisa menampung atau tempat yang mengumpulkan orang-orang kreatif dan pelaku industri kreatif untuk membentuk ekosistem industri kreatif. Sehingga bisa terjadi produk-produk kreatif ataupun kolaborasi,” kata Chadra, salah seorang Co Founder saat soft launching Kita Indienesia, Senin malam (13/11).
Soft launching ini turut dihadiri para Co Founder Kita Indienesia, masing-masing Fadhly PADI, Chandra, Founder MEC Indonesia, Iko MD Slamersindo, Anjas Cambang, stand up comedy, Peniel, gitaris Dheandra, dan Indra Avisenna. Acara makin marak dengan kehadiran penasihat Kita Indienesia, Munafri Arifuddin.
Sesuai komitmen awal pendirian tempat ini, kata Chandra, maka pengunjung atau tamu digratiskan tempat untuk pertemuan. Mereka cukup membeli makanan dan minuman dengan harga murah. Juga, para tamu bebas mengakses WiFi. Tempat untuk melakukan pertemuan dibuat dalam suasana lesehan yang disiapkan bantal dan kursi empuk. Sehingga siapapun yang masuk di dalamnya akan merasa betah.
Sesuai tagline dari Kita Indienesia sendiri adalah Edukasi, Entertainment, Entrepreneur, dimana masing-masing kata mewakili semangat dari Kita Indienesia itu sendiri. Edukasi, selain sebagai working space, Kita Indienesia sendiri akan membuka kelas edukasi yang berhubungan dengan industri kreatif. Dimana goalnya adalah menciptakan pribadi mandiri dengan berkarya.
Entertainment adalah fokus yang tidak kalah pentingnya di Kita Indienesia. ”Di sini kita memberikan peluang untuk musisi–musisi Makassar, berkolaborasi lulusan-lulusan Kita Indienesia itu sendiri dengan membantunya menciptakan karya nyata yang bisa dinikmati. Seperti lagu–lagu dari siswa di Music Class akan diproduksi langsung lewat kerjasama dengan milisi.id,” tutur Fadhly yang merupakan salah satu pentolan grup band PADI.
Entrepreneur adalah menciptakan output dari semua program ini. Dan di Kita Indienesia, entrepreneur-entrepreneur yang sudah tercipta akan tetap dibantu dalam hal pengembangan bisnisnya. Dan dari sisi jaringan dari para Co Founder Kita Indienesia.
Sementara itu, Penasehat Kita Indienesia, Munafri Arifuddin, menuturkan, kehadiran tempat seperti ini sangat pantas untuk diapresiasi. Karena disini semua unsur bisa saling berbaur dan berbagi ilmu dalam mendorong makin berkembangnya industri kreatif di Makassar.
”Saya tentu sangat berharap tempat nongkrong para pelaku atau komunitas industri kreatif seperti Indienesia nantinya dapat melahirkan pelaku usaha industri kreatif yang sangat tangguh dan makin mendorong kemajuan industri kreatif di Makassar,” kata Appi panggilan akrab bakal calon Wali Kota Makassar ini. (mir)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top