Metro

Guru Honorer ‘Curhat’ke SYL

MAKASSAR, BKM — Guru honorer dari Kabupaten Waji dan guru honorer dari Tana Toraja curhat terkait nasibnya ke Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.
Polemik soal guru honorer ini sempat membuat heboh sat pembukaan Festival Pelajar Sulsel, di Mal Phinisi Point, Selasa (14/11).
“Pak bagaimana kami ini, dari awal tahun sampai sekarang belum jelas. Katanya sudah ada SK pengangkatan untuk kami?,” tanyanya kepada Syahrul Yasin Limpo, saat sesi kuis diadakan.
Syahrul pun langsung menimpalinya, jika dirinya sudah mengeluarkan SK. “Sudah ada SK-nya. Kalau kapan dibayar tanya Pak Kadisnya,” kata Syahrul.
SK ini akan menjadi acuan bagi setiap sekolah untuk membayarkan tunjangan bagi guru honorer. Pasalnya sejak proses pengalihan SMA, SMK dan SLB ke provinsi tahun ini, nasib guru honorer terkatung-katung.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo mengatakan, selama ini SK pengangkatan guru bantu hanya diteken oleh Kepala Sekolah. Padahal sesuai aturan, kepala sekolah tak lagi punya kewenangan mengangkat tenaga atau guru honorer.
“Untuk honorer sudah ada SK penetapan jam, bukan SK pengangkatan. Selama ini hanya SK dalam bentuk penugasan. Honorer kita SK-kan berapa jam pengajaran, misalnya dalam seminggu cukup 10 jam,” katanya, usai pembukaan Festival Pelajar Sulsel.
Untuk besaran tunjangan yang akan diterima None menyebutkan sebesar Rp10 ribu perjam. Dengan syarat jam mengajar guru bantu tak boleh melebihi jam mengajar guru PNS.
Sebagai sumber pendanaan, akan diambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), APBD dan sertifikasi. Khusus APBD tahun ini dianggarkan sebesar Rp83 miliar.
“Dana BOS setiap sekolah kita minta 15 persen untuk bayar gaji mereka. Kalau yang sertifikasi kan tidak sampai 100 orang yang sudah. Kita satu-satunya provinsi yang menganggarkan di APBD untuk mereka, kalau yang Rp83 miliar itu bisa untuk 4500 guru,” sebutnya.
Terkait pembayarannya, Disdik menjamin akan dibayarkan mulai gaji bulan Januari sampai saat ini. Hanya saja kendala utama sampai sekarang belum dibayarkan adalah nomor rekening masing-masing guru tersebut belum lengkap.
Sementara itu, sebanyak 3.794 pelajar se-Sulawesi Selatan mengikuti Festival Pelajar.
Kegiatan ini dibuka langsung Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.
Berbagai kegiatan digelar pada pesta untuk pelajar itu. Mulai dari story telling, vocal group, menyanyi solo, band acoustic, lomba baca puisi, tari berpasangan, mading tiga dimensi.
Ada juga lomba ceramah agama, pidato Bahasa Inggris, karya ilmiah remaja, futsal competition, basket competition, lomba AutoCad, restoran service, tata boga, fashion show, tata rias, menyanyi solo lagu daerah, merakit komputer, dan video vompetition.
Ada yang menarik saat gubernur membuka kegiatan ini.(rhm)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top