Metro

BPBD Mulai Antisipasi Rawan Longsor dan Banjir

MAKASSAR, BKM — Memasuki musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai melakukan persiapan. Terutama untuk mengantisipasi bencana alam yang ditimbulkan dari anomali hujan.
Terlebih Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Makassar telah mengeluarkan prakiraan puncak musim hujan. Di wilayah pesisir barat Sulsel akan mengalami puncak penghujan mulai Desember sampai Maret.
Kepala BPBD Sulsel, Syamsibar mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan. Salah satu pelatihan dan sosialisasi bagi 1000 relawan yang ada di 24 kabupaten/kota.
Relawan ini merupakan gabungan dari BPBD kabupaten/kota, perguruan tinggi, Basarnas dan beberapa ormas. Mereka merupakan garda terdepan untuk penanggulangan bencana.
“Kita rapatkan barisan, apalagi sekarang sudah masuk cuaca ekstrim. Ini untuk menyatukan kekuatan mulai dari unsur pemerintah, dunia usaha, TNI-Polri dan masyarakat umum,” katanya, usai pembukaan gerakan 1000 relawan di Hotel Sahid, Selasa (14/11).
Menurut Syamsibar berdasarkan pengamatan yang ada sejauh ini belum ada musibah atau bencana terjadi akibat musim hujan. Namun dirinya sudah meminta setiap BPBD kabupaten/kota untuk bersiaga.
“Hasil analisa BMKG sudah keluar. Musim hujan mulai bulan ini terutama pesisir barat. Kalau berlebihan bisa mengakibatkan banjir, tanah longsor dan angin puting beliung,” jelasnya.
Daerah yang selama ini dikhawatirkan bisa terjadi longsor diantaranya Tana Toraja, Toraja Utara, Enrekang, Luwu Raya, Gowa dan Barru. Sementara banjir bisa terjadi di Makassar dan beberapa daerah lainnya.
Dalam beberapa hari, BMKG telah mengeluarkan beberapa kali peringatan dini hujan dengan intensitas lebat. Terutama di daerah Luwu dan Tana Toraja.
“Untuk hari Rabu dan Kamis hampir semua daerah memungkinkan terjadi hujan. Kalau hujan lebat kita warning di daerah Enrekang, Masamba, Rantepao dan Watampone,” ungkap Prakirawan BMKG, Rizky Yudha Pahlawan. (rhm)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top