Sulselbar

Ribuan Perempuan di Gowa Lakukan Sadari Serentak

BKM/SAR GERAKAN SADARI -- Suasana pencanangan gerakan Sadari dipusatkan di Puskesmas Bajeng dan serentak dilakukan pada 697 titik di Kabupaten Gowa.

GOWA, BKM — Sebanyak 6.970 orang perempuan di Gowa mengikuti gerakan Sadari (periksa payudara sendiri) yang digelar serentak pada 697 titik di 18 kecamatan. Gerakan masyarakat sehat ini diselenggarakan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa bekerjasama Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa sebagai rangkaian Hari Kesehatan Nasional, Hari Kanker se Dunia serta Hari Jadi Gowa ke 697 pada 17 Nopember mendatang.
Pencanangan gerakan Sadari ini dipusatkan di Puskesmas Bajeng, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, akhir pekan lalu mulai pukul 08.00 Wita. Kegiatan ini dicanangkan Wakil Ketua TP PKK Gowa, Mussadiyah Rauf didampingi Kadis Kesehatan Gowa, dr Hasanuddin.
Kadis Kesehatan Gowa, dr Hasanuddin menjelaskan, gerakan deteksi kanker pada diri perempuan diikuti kaum hawa dalam usia 15 sampai 20 tahun sebagai usia produktif.
Kanker payudara adalah kanker kedua terbesar mematikan dialami perempuan setelah kanker mulut rahim.
”Karena itu, untuk menghindari dan cegah adanya kanker payudara, maka perempuan diharapkan bisa melakukan deteksi dini secara mandiri sehingga dapat mengetahui awal kanker. Yang jelas perlu diingat, perempuan itu adalah mahluk yang paling berisiko terkena kanker. Makanya, diimbau agar melakukan upaya pencegahan dengan mendeteksi sendiri. Sekecil apapun benjolan yang ditemukan di area payudara maka warga harus melaporkan sehingga segera tertangani medis,” jelas Kadis.
Di sela mencanangkan gerakan Sadari ini, Wakil Ketua TP PKK Gowa, Mussadiyah Rauf mengatakan, meski belum ada data rill namun sejumlah kasus kanker khususnya kanker payudara dan serviks (kanker mulut rahim) telah terjadi di Gowa. Salah satunya adalah di Kecamatan Manuju.
Di Manuju, tambah Mussadiyah, ada enam kasus kanker payudara. Satu orang di antaranya meninggal dunia lantaran terlambat tertangani medis. ”Inilah yang mendasari PKK menggelar gerakan Sadari bekerjasama Dinas Kesehatan. Perempuan harus mawas diri terhadap kondisi tersebut dan melakukan deteksi dini penyakit khususnya kanker payudara dan serviks. Karena memang perempuan paling berisiko,” terang istri Wakil Bupati Gowa ini.
Terkait pencanangan Sadari dengan 697 titik ini, tambah Kadis Kesehatan Gowa, diikuti 10 perempuan per titik pelaksanaan. Ternyata, dari target per titik 10 orang rupanya ada yang sebanyak 11 hingga 23 orang dan lebih. Jika dikalkulasi sesuai target maka ada sekitar 6.970 peserta.
Namun dilihat dari jumlah yang tercatat jadi peserta maka jumlahnya mencapai kisaran di atas 7.000 orang perempuan yang ikut deteksi dini ini. Pencanangan ini turut dihadiri Asiaten II Bidang Kesra, Firman dan Asisten III Bidang Ekonomi, Mappasomba, serta Kabag Kesra Setkab Gowa, Kamsinah dan jajaran pengurus TP PKK Gowa serta sejumlah kepala Puskesmas dalam wilayah Kecamatan Bajeng.
Khusus di Puskesmas Bajeng yang dipimpin dr Nurwahyudi selaku Kepala Puskesmas Bajeng, jumlah peserta gerakan Sadari lebih dari 10 orang perempuan. Mereka dipandu dan diberikan penyuluhan awal cara mendeteksi atau memeriksa payudara sendiri oleh seorang perawat lalu mereka memperagakan sendiri. Di Bajeng sendiri terdapat 62 titik pelaksana kegiatan Sadari ini.
Salah seorang ibu bernama Irmawati (34 tahun), warga Kalebajeng dan memiliki 4 orang anak, kepada BKM, mengaku senang dengan adanya program Sadari tersebut. ”Saya jadi termotivasi untuk bisa melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Semoga saya tidak ada benjolan,” kata Irmawati. (sar/mir)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top