Kriminal

Pencuri Mobil Lintas Provinsi Ditembak

MAKASSAR, BKM — Seorang pria bertubuh ceking terduduk di atas kursi roda Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Bhayangkara. Ia dikeliling beberapa orang pria bertubuh tegap berisi. Ada yang menenteng senjata laras panjang.
Lelaki itu bernama Syamsuddin bin Rabali (33). Beralamat di Desa Tombo-tombolo, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto. Ia baru saja menjalani proses pengangkatan proyektil peluru dari kedua kakinya. Suara meringis mendesis dari bibirnya. Perban putih yang masih baru terlihat melilit bagian bekas tembakan.
Syamsuddin adalah seorang pelaku kriminalitas. Ia masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pencurian mobil pick up.
Adalah Tim Khusus Polda Sulsel yang meringkusnya. Bermula di saat polisi menerima informasi adanya rencana penjualan sebuah mobil pick up. Namun, kendaraan roda empat bak terbuka itu diketahui tak memiliki surat-surat.
Dipimpin Ipda Artenius MB, aparat menindaklanjutinya. Minggu (12/11) pukul 21.00 Wita, timsus Polda Sulsel melakukan penyamaran. Mereka bertindak sebagai pembeli. Dari tawar menawar yang dilakukan, disepakati harga Rp10,5 juta.
Polisi dan Syamsuddin janjian untuk bertemu di sebuah tempat. Lokasinya di jalan poros Kabupaten Takalar-Jeneponto, tepatnya di depan SPBU Boyong Jeneponto.
Begitu tersangka muncul, petugas tak menyia-nyiakan waktu. Syamsuddin pun dibekuk. Dari tangannya disita barang bukti satu unit mobil Suzuki Carry pick up 1,5 cc warna hitam, dengan nomor polisi DC 8826 AZ.
Selanjutnya tersangka digiring ke Mapolda Sulsel guna pemeriksaan lebih lanjut. Polisi yang berusaha mengorek informasi, mendapat jawaban yang berbelit-belit dari Syamsuddin.
Awalnya, dia mengaku disuruh oleh sesorang. Belakangan, ketika petugas mendesaknya, ia mengakui perbuatannya mencuri mobil tersebut. Juga menyebut dua orang rekan yang menemaninya.
Saat beraksi, Syamsuddin berperan sebagai joki (sopir). Yang mengeksekusi mobil tersebut adalah kedua rekannya, masing-masing Nano dan Rusli. Dia dijanji untuk diberi upah Rp500 ribu.
Pengakuan tersangka tak dipercaya begitu oleh petugas. Tersangka kemudian digiring untuk pengembangan. Ia dibawa ke sebuah rumah di Jalan Manunggal, Kota Makassar yang merupakan tempatnya mencuri mobil.
Di lokasi ini, polisi mendapat informasi jika seorang ibu rumah tangga pernah kehilangan mobil miliknya di pekarangan rumah. Petugas lalu menemuinya.
Tersangka yang dengan tangan terborgol diamankan di sebuah mobil dengan mendapat kawalan dua personel tim khusus. Tak lama berselang, muncullah akal bulus Syamsuddin. Ia mengeluhkan borgolnya terlalu sempit, sehingga membuat tangannya kesakitan.
Diapun bermohon kepada polisi agar borgol tersebut dilonggarkan. Kesempatan inipun dimanfaatkan tersangka.
Begitu petugas hendak melonggarkan borgol di tangannya, dia menendang perut Jumardin, seorang anggota timsus Polda Sulsel. Syamsuddin pun terlepas dari kawalan aparat lalu kemudian berusaha melarikan diri.
Tak ingin hasil tangkapannya kabur, polisi langsung mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Suara tembakan itupun mengundang perhatian anggota timsus lainnya yang tengah berada di rumah korban untuk menggali informasi. Mereka langsung keluar.
Tiga kali tembakan dilepaskan ke udara. Namun tersangka tak juga menggubrisnya. Dengan sasaran terarah, moncong pistol diarahkan ke arah kaki Syamsuddin. Dua peluru menerjang masing-masing kaki tersangka.
Barulah dia tumbang. Selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani menyebut, tersangka Syamsuddin merupakan tersangka pencurian mobil lintas provinsi. ”Dia dilumpuhkan karena melawan petugas dan berusaha melarikan diri,” ujarnya, kemarin. (ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top