Gojentakmapan

Pemkab Maros Didesak Segera Aktifkan IPWL

MAROS, BKM — Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Maros mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros untuk segera mengaktifkan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) bagi para pecandu Narkoba di Maros. Diduga, pecandu Narkoba di daerah ini diperkirakan semakin hari semakin bertambah.
Hal itu dikatakan Ketua Granat Maros, Muhammad Bakri. Menurutnya, sesuai Surat Keputusan (SK) Menteri Kesehatan nomor 293 tahun 2013, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangan ditunjuk sebagai IPWL, namun hingga kini tidak pernah aktif.
”SK itu keluar pada Agustus 2013. Dimana, RSUD Salewangan dalam lampirannya ditunjuk sebagai IPWL di Maros. Tapi setahu saya tidak pernah aktif. Makanya, kami mendesak Pemkab. Karena ini tanggung jawabnya,” katanya saat ditemui BKM, Minggu (12/11).
Disebutkan, ada banyak keluarga pecandu atau korban penyalahguna Narkoba di Maros tidak tahu harus melakukan apa setelah mengetahui keluarga mereka ternyata pengguna. Padahal, tegas dalam aturan, jika keluarga tidak melapor juga diancam pidana.
”Pasal 134 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 menjelaskan, kalau keluarga tidak melapor, bisa dipidana tiga bulan. Nah ini yang membuat mereka juga resah, karena di Maros ini tidak ada IPWL,” sebutnya.
Dijelaskan, jumlah pengguna Narkoba di Maros tergolong signifikan. Ini berdasarkan data kasus Narkoba yang ditangani oleh kepolisian di Maros pada tahun 2015 hanya 27 kasus, meningkat dua kali lipat di tahun 2016 menjadi 43 kasus.
”Kasus yang tercatat ini diluar dari penyalahgunaan obat daftar G dan lem yang juga semakin marak di kalangan pelajar. Ini semua harus cepat ditanggulangi dengan adanya IPWL di Maros. Jika tidak, angka ini bisa saja akan terus bertambah setiap tahunnya,” ujarnya. (ari/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top