Gojentakmapan

Nunggak Listrik Dua Bulan, Dirut PDAM Jeneponto Dicopot

JENEPONTO, BKM — Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jeneponto, Muh Amri Karaeng Liwang, akhirnya dicopot dari jabatannya oleh Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar. Muh Amri sendiri telah menjabat Dirut hampir tiga tahun.
Pencopotan itu dilakukan dalam rapat koordinasi (Rakor) yang dihadiri Kepala Inspektorat Jeneponto, Hm Yusuf Paqihi, Badan Pengawas, Burhan, Natsir Juha, dan Arman Sese, di gedung Kalabbirang Rujab bupati Jeneponto, Jalan Malajong Daeng Liwang No 1 Bontosunggu, Jumat (10/11).
Ironisnya, pencopotan itu bukan karena masalah mesin rusak, bahan baku kurang atau masalah teknis lainnya. Tapi karena ada penyegelan dan pemutusan aliran listrik oleh PLN Ranting Jeneponto. Pasalnya, PDAM Jeneponto telah menunggak selama dua bulan atau periode September-Oktober dengan nilai tunggakan sekitar hampir Rp600 juta.
Terjadinya tunggakan listrik ini menimbulkan tanda tanya besar bagi sejumlah pihak. Pasalnya, dengan jumlah pelanggan 9.000 orang lebih, pendapatan yang diraup PDAM Jeneponto sudah bisa membiayai pemakaian listrik. Bahkan, sudah bisa membayar gaji karyawan PDAM Jeneponto.
Perihal pencopotan dirinya sebagai Dirut, Muh Amri mengatakan, dirinya tidaklah dicopot tapi mengundurkan diri. ”Saya mengundurkan diri karena tidak mampu menjalankan manajemen PDAM Jeneponto,” jelas Amri.
Dikatakan, saat memimpin PDAM Jeneponto tidak ada penyelewengan keuangan. Karena semua uang ada di pelanggan sebesar Rp2,5 miliar. Dan itu sudah diperiksa atau diaudit inspektorat dan kejaksaan. Hasilnya tidak ada penyelewengan keuangan.
Sementara itu, mantan Dirut PDAM Jeneponto selama 32 tahun yang kini menjabat sebagai Dewan Pengawas PDAM, H Burhan Karaeng Langke, membenarkan kalau Muh Amri bukan dicopot tapi mengundurkan diri. Ia juga mengaku heran dengan manajemen PDAM di bawah kepemimpinan Muh Amri.
”Saya heran dengan manajemen adik Amri. Kenapa bisa disegel PLN dengan dalih menunggak pembayaran listrik sebesar hampir Rp600 juta. Padahal, waktu saya tinggalkan PDAM pada 21 Maret 2013 lalu, saya tinggalkan uang Rp800 juta,” jelas Burhan saat dihubungi di kantor PDAM Jeneponto, Jalan M Ali Daeng Gassing Belokallong, Senin kemarin (13/11).
Soal siapa pengganti Muh Amri sebagai Dirut PDAM Jeneponto, Burhan mengatakan belum ada yang ditetapkan. Untuk saat ini, Kepala Inspektorat HM Yusuf Paqihi menjabat sebagai Dirut sampai ada pengganti yang defenitif. (krk/mir/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top