Kriminal

Kejati Didesak Tahan Empat Pimpinan DPRD Sulbar

MAKASSAR, BKM — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sulbar (Ambar) menggelar aksi demo di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Senin (13/11). Mereka mendesak penyidik untuk segera melakukan penahanan terhadap empat pimpinan DPRD Sulbar, yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi penyimpangan dana APBD sebesar Rp360 miliar tahun 2016.
Empat pimpinan DPRD itu masing-masing Ketua Andi Mappangara, serta tiga wakil ketua masing-masing Harun, Munandar Wijaya dan Hamzah Hapati Hasan.
Dalam orasinya, Koordinator Ambar Rama Wijaya menjelaskan alasan pihaknya mendesak agar para tersangka segera ditahan. ”Kita meminta kejati segera menahan empat tersangka kasus ini untuk menghindari hilangnya barang bukti, dan larinya tersangka dari jeratan hukum,” tegas Rama Wijaya.
Selain itu, mahasiswa juga menuntut kejati untuk bersikap transparan dan bertindak tegas dalam penuntasan kasus tersebut. Kejati harus profesional dalam mengusut kasus ini, dan tidak kongkalikong dengan pihak manapun yang coba menghalangi penyelesaian perkara,” tandasnya.
Rama Wijaya juga meminta kejati menggandeng KPK dalam mengusut aliran dana APBD Sulbar yang diduga telah dikorupsi.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel Salahuddin di ruang kerjanya usai menemui mahasiswa, mengatakan bahwa penahanan merupakan kewenangan penuh tim penyidik. “Sejauh ini tim penyidik menilai keempat tersangka masih kooperatif,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, saat ini tim penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah direktur perusahaan selaku pelaksana proyek APBD Sulbar. “Tim melakukan pemeriksaan di Kejari Mamuju, untuk mendalami aliran dana serta fee proyek,” terangnya. (mat/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top