Politik

GNH-17 Gowa Terbentu di 18 Kecamatan

GOWA, BKM–Tim pemenangan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Nurdin Halid-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) mulai melakukan kerja kerja maksimal. Tidak hanya berbasis pada parpol pengusung, tapi juga kelompok relawan militan yang tersebar di seluruh penjuru Sulsel. Salah satunya yakni Gerakan Nurdin Halid Satu Tujuan alias GNH-17.
Kerja-kerja GNH-17 kini telah massif dan terstruktur disemua kabupaten Kota, termasuk daerah yang menjadi basis pemenangan pasangan calon lain seperti di Kabupaten Gowa. “Kerja-kerja GNH-17 sudah massif karena telah terbentuk di seluruh pelosok desa dan kelurahan yang tersebar di 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Gowa. Relawan yang tergabung dalam GNH-17 memiliki satu tekad dan komitmen yakni memenangkan NH-Aziz demi Sulsel Baru yang lebih cerah,”ujar Ketua GNH-17 Gowa, Hasanuddin Baso, melalui rilis yang dikirim ke BKM, Senin (13/11).
Hasanuddin Baso menyatakan GNH-17 siap bersinergi dengan parpol pengusung untuk bergerak memenangkan NH-Aziz. GNH-17 yang dimotori pengurus dan kader Golkar sangat optimistis mampu mendapatkan simpati masyarakat. Termasuk di Gowa, meski basis IYL, tapi Golkar memiliki kekuatan besar di daerah bersejarah tersebut.
Sebelumnya, Golkar Gowa telah menggelar rapat konsolidasi pemenangan NH-Aziz pada awal November lalu. Dalam forum resmi tersebut, seluruh pengurus dan kader partai berlambang beringin rindang ini sepakat mematangkan strategi dan langkah pemenangan. Termasuk melakukan pemetaan basis dukungan NH-Aziz di Gowa.
Sementara itu, Tim Perempuan Pejuang (TPP) bersama Aziz Qahhar melaunching program peduli masyarakat kalangan lansia. Tim relawan pasangan Nurdin Halid ini bekerja sama dengan Ummi Community For Lansia Bahagia (UC4LB) meresmikan program Day Care Lansia di Rumah Lansia, Perumahan Trinita Residence No. 3, Kalamang, Makassar, Senin (13/11).
Aziz mengemukakan bila Rumah Lansia yang didirikan berkiblat pada budaya ketimuran sehingga kepedulian keluarga tetap terasa. Karena itu, program ini tidak dibuat karena keluarga tidak lagi punya waktu dan kepedulian untuk merawat orang tua. “Program ini sangat mulia, sehingga kemasan dari Day Care Lansia ini, harus seislami mungkin, sehingga ikram (pemuliaan) seorang anak kepada orang tuanya tetap ada. Pendekatan dan kemasannya, harus berbeda dengan apa yang selama ini dipopulerkan oleh Barat,” terang senator tiga periode ini. (rif)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top