Metro

Gaji Honorer, LSM dan Imam Masjid Dianggarkan Rp10,7 M

MAKASSAR, BKM–Setelah menjadi polemik beberapa pekan terkait tarik ulur penetapan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Perubahan 2017, kini anggota DPRD Kota Makassar akhirnya mengesahkan APBD Perubahan Kota Makassar, Senin (13/11).
Dari APBD-P sebesar Rp3,6 triliun, di dalamnya terdapat gaji guru honorer, LSM dan imam masjid yang dianggarkan sebesar Rp10,7 miliar.
Hal itu terungkap pada rapat pengambilan keputusan APBD P tahun 2017 yang dipimpin Ketua DPRD Kota Makassar, Farouk M Betta. Pengesahan tersebut juga ditandatanganinya Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.
Anggaran 10,7 miliar tersebut memangkas anggaran dari Dinas Pendidikan.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto dalam penyampaian pendapat akhirnya mengungkapkan, jika Ranperda Perubahan APBD 2017 tersebut telah berjalan dalam suasana kebersamaan dan kemitraan yang harmonis antara eksekutif dan legislatif. Selain itu telah disetujui Rancangan APBD-P 2017 sebesar Rp 3,6 triliun.
Dengan demikian, lanjutnya, semua hal yang berkembang selama pembahasan, telah dibahas dengan seksama dengan penuh keterbukaan untuk membangun persepsi yang sama melalui pembicaraan yang efektif antara eksekutif dan legislatif. Kerja keras yang ditunjukkan selama ini telah mencerminkan kebersamaan dan kemitraan yang tinggi antara legislatif dan eksekutif.
“Saya menyadari bahwa anggota dewan telah melalui proses pembahasan yang menguras banyak energi, waktu dan pemikiran yang sangat melelahkan dalam membahas Ranperda tentang Perubahan APBD 2017, disamping itu juga harus melaksanakan tugas-tugas rutin lainnya dan menerima berbagai aspirasi dari masyarakat,” ungkap Danny sapaan akrab wali kota.
Menurutnya, dengan disetujuinya APBD Perubahan 2017 ini, akan menjadi motivasi dan semangat pendorong dalam peningkatan kinerja Pemerintah Kota Makassar, sehingga menjadi bukti dari komitmen yang tinggi untuk saling bahu-membahu dalam membangun dan menata masa depan Kota Makassar dua kali tambah baik.
Sementara Ketua DPRD Kota Makassar, Farouk M Betta, mengatakan, kendati sempat beberapa kali mengalami penundaan lantaran menunggu penyerasian dari Badan Anggaran dan penjadwalan dari Bamus, APBD Perubahan 2017 akhirnya bisa disetujui untuk kemudian ditetapkan menjadi peraturan daerah.
“APBD Perubahan 2017 semula berjumlah Rp3,820 Triliun, berkurang Rp129,244 Miliar, sehingga menjadi Rp3,686 Triliun,” ujarnya.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA), Erwin Syafruddin Hayya juga mengatakan, gaji pegawai honorer, LSM dan imam masjid yang sebelumnya bergaji Rp400-550 ribu kini menjadi Rp1 juta, yang diambil dari dana kegiatan Disdik.
“Anggaran Disdik yang kita pangkas juga tidak terlalu signifikan. Anggarannya dari Smart Library dan Dana Intensif Daerah yang totalnya Rp 10,7 miliar,” ungkapnya saat di rapat ruang paripurna DPRD Makassar.
Selain itu, ia juga membeberkan gaji untuk pegawai honorer, LSM dan imam masjid juga akan dianggarkan di APBD Pokok 2018 pertahun sebesar Rp128 miliar.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Makassar, Rahman Pina menegaskan, pemerintah harus konsisten dengan apa yang menjadi keputusan dalam rapat di badan anggaran terkait gaji pegawai honorer, LSM dan imam masjid. “Kita tidak ingin ini hanya sekadar janji saja, tanpa ada realisasi nanti. Itu yang harus difokuskan pemerintah kota,” tegasnya.
Legislator Fraksi Golkar ini juga menyatakan keputusan yang telah disepakati di dalam rapat badan anggaran mutlak dijalankan pemerintah kota.(ita)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top