Sulselbar

Dewan Pers Harap Media Patuhi Kode Etik

BKM/ALALUDDIN PELATIHAN -- Imam Wahyudi dari Dewan Pers saat memberikan materi pelatihan pada Safari Jurnalistik yang berlangsung di Mamuju, kemarin.

MAMUJU, BKM — Peran jurnalistik pers dalam profesinya, ada standar dan acuan etika atau perilaku yang harus dipatuhi. Untuk itu, dewan pers secara intens melakukan pelatihan jurnalistik kewartawanan. Sehingga para insan pers yang ada di negeri ini akan lebih berkualitas.
”Dengan demikian, para insan pers mampu untuk terus berlatih dan belajar yang benar untuk menjaga moral dan etika dalam menjalankan profesi kewartawanan. Yang jelas, kami terus akan menggelar pelatihan untuk menghasilkan insan pers yang berkualitas utamanya di Sulbar,” ujar Imam Wahyudi dari Dewan Pers saat menyampaikan sambutan di hadapan pers yang mengikuti Safari Jurnalistik, Senin (13/11).
Dalam rangkaian safari jurnalistik ini, tambah Imam Wahyudi, pihaknya akan melakukan verifikasi terhadap media baik online maupun media cetak yang ada di Sulbar. Karena media online belum ada lembaga organisasinya, maka dewan pers lah yang melakukan verifikasi. Sedangkan untuk media cetak ada Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS)
Sedangkan Henrik, juga dari dewan pers, menambahkan, syarat verifikasi perusahaan pers, ada mekanisme yang harus dipenuhi. Di antaranya, perusahaan media harus memperlihatkan kemampuan menggaji karyawannya, pimpinan redaksinya harus utama, harus memenuhi dan tetap menerapkan kode etik kewartawanan. Juga, wartawannya harus tahu tentang kode etik tersebut.
”Yang jelas, kalau ada berita yang dianggap salah, maka media tersebut tidak berhak mencabut. Yang berhak mencabut itu adalah dewan pers ataukah hakim. Maka kalau ada tulisan dan berita yang ada di online salah dan pihak online langsung mencabutnya, maka itulah yang salah,” tandasnya. (ala/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top