Metro

Dewan Minta PU Awasi Pekerjaan PKL Center Karebosi

MAKASSAR, BKM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar meminta tim pengawas Pekerjaan Umum Makassar memeriksa fisik pekerjaan pedagang kaki lima (PKL) Center Karebosi di Jalan RA Kartini, Kecamatan Ujung Pandang.
Hal ini disampaikan langsung anggota Komisi C DPRD Makassar, Susuman Halim. Ia menambahkan, seharusnya proyek tersebut sudah harus rampung saat ini. Oleh sebabnya, ia meminta pengawas PU memeriksa kembali pengerjaanya.
“Seharusnya proyeknya sudah harus selesai. Kalau lambat pengawas PU perlu bertindak,” ungkapnya di ruang Komisi DPRD Makassar, Senin (13/11).
Legislator Fraksi Demokrat ini juga akan meminta data di Dinas PU terkait penyelesaian proyek PKL Center Karebosi. Sebab menuturnya, PU telah menjanjikan proyek tersebut telah rampung di bulan ini.
“Mereka telah meyakinkan fisiknya sudah bisa rampung saat ini. Tapi nanti kita minta hasil finishing mereka seperti apa,” katanya.
Hal senada dikatakan anggota Komisi C DPRD Makassar, Rudianto Lallo. Menurutnya, Dinas PU sudah seharusnya merampungkan proyek PKL Center Karebosi, sebab saat pertemuan terakhir anatara dewan dan Dinas PU, proyek tersebut sudah berada di angka 90 persen.
“Harusnya sudah rampung sih, bukan lagi terkesan lambat. Kalau memang lambat pasti ada kendalanya,” katanya.
Ia juga menuturkan, sesuai dengan kontrak proyek dijadwal selesai pada Oktober 2017. Sedangkan November para pedagang dimungkinkan sudah beraktivitas di kawasan PKL Center.
“Kalau saya liat belum tersentuh tribun terbuka, tempat duduk umum, dan pemasangan trotoar bundaratta, tinggal itu saja,” ujarnya.
Sementara itu, Bidang Sarana dan Prasarana Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir mengatakan, sebenarnya fisik pembangunan kawasan PKL Center di Lapangan Karebosi semuanya telah rampung dan diselsaikan dengan baik seperti pembangunan kantor UPTD, toilet musala sampai pemasangan tegel pelataran.
Namun lambannya pengoprasian kawasan PKL Center karena Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar masih menunggu penyelesaian boots PKL Center. Dari jumlah 225 boots yang dibuat, sudah ada sekiranya 200 lebih boots sudah selesai dikerjakan dan telah tersimpan di kawasan PKL Center.
“Sudah ada lebih 200 boots sudah selesai, dan mungkin sisa 50-an lagi yang sementara masih dikerjakan dan diselesaikan. Kalau fisik pembangunan pelataran sudah rampung, tinggal menunggu bootsnya selesai dikerjakan,” ucap Elsi sapaan akrabnya.
Anggaran pembuatan 225 boots kata Elsi, tidak terjadi penambahan. Tetap anggaran yang digunakan sebesar Rp4,5 miliar dengan masa deadline atau target hingga Januari 2018 mendatang. Makanya kontraktor sebagai pelaksana pemembuatan boots membuat boots tersebut bukan hanya disatu bengel saja, namun ada dua bengel yang dimana dua di Makassar dan satu di Kabupaten Gowa.
Sementara bahan boots yang digunakan menggunakan bahan Aluminium Composite Panel (Alucopan) yang dinilai lebih kuat, awet dan tahan lama meskipun terkena hujan dan panas sinar matahari. Jauh berbeda boots dari CRS yang berbahan tripleks.
“Kami tinggal menunggu sekira 50 boots lagi, kalau itu sudah selesai paling Desember sudah selesai. Tidak lama lagi,” sebutnya. (arf)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top