Headline

Anak Jentang Juga Mangkir dari Panggilan

MAKASSAR, BKM — Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel batal melakukan pemeriksaan terhadap Joni Aliman, anak dari Soedirjo Aliman alias Jentang. Joni mangkir atas panggilan yang diagendakan, Senin (13/11).
”Berdasarkan informasi dari penyidik, hari ini (kemarin) memang dijadwalkan pemeriksaan terhadap Joni Aliman sebagai saksi,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Salahuddin, kemarin.
Joni rencananya dimintai keterangan, menyusul penetapan tersangka terhadap Jentang oleh penyidik kejati. Pengusaha terkemuka ini terseret dalam pusaran dugaan korupsi sewa lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.
Namun, hingga sore kemarin, Joni Aliman tak juga muncul memenuhi panggilan. Karena itu, penyidik kembali akan melakukan pemanggilan kedua.
Hal yang sama dilakukan Jentang sebelumnya. Ia juga mangkir dari panggilan penyidik kejati beberapa waktu lalu.
Dijelaskan Salahuddin, Joni akan dimintai keterangan dalam penyidikan kasus tersebut, karena dianggap mengetahui soal pembayaran sewa lahan negara itu yang besarannya Rp500 juta.
“Tidak mungkin dia kita panggil sebagai saksi kalau tidak ada hubungannya dengan perkara ini,” tandasnya.
Hanya saja, Salahuddin enggan merinci, apakah yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi yang meringankan untuk tersangka Jentang, atau memberatkan.
Ditanya soal pemanggilan kedua terhadap tersangka Jentang, Salahuddin mengaku belum mengetahui informasinya dari penyidik. Menurutnya, hal itu sifatnya masih dirahasiakan. Belum bisa diekspos ke publik, sebab dikhawatirkan tersangka tidak akan memenuhi panggilan tersebut.
Tersangka Jentang bersama laywer senior Ulil Amri disebut selalu hadir pada semua pertemuan proses sewa lahan tersebut. Penyewaan lahan ini terjadi dan difasilitasi M Sabri. Asisten I Pemkot Makassar itu yang mempertemukan pihak penyewa PT Pelindo dan PT Pembangunan Perumahan (PP), dengan Rusdin dan Jayanti Ramli selaku pengelola tanah garapan.
Bukti keduanya adalah pengelola tanah garapan didasari surat keterangan tanah garapan register nomor 31/BL/IX/2003 yang diketahui oleh Lurah Buloa Ambo Tuwo Rahman, dan Camat Tallo AU Gippyng Lantara. Nomor registrasi 88/07/IX/2003 untuk Rusdin, sementara Jayanti nomor registrasi 30/BL/IX/2003. Saksi lurah dan camat nomor registrasi 87/07/IX/2003 dengan luas 39.9 meter persegi.
Dalam pertemuan pertama itu dihadiri Jentang selaku pimpinan Rusdin dan Jayanti di PT Jujur Jaya Sakti, serta Ulil Amri yang bertindak sebagai kuasa hukum keduanya. (mat/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top