Gojentakmapan

Tenaga Medis Puskesmas Bonto Perak Protes

PANGKEP, BKM — Pemotongan uang jasa yang diduga dilakukan Kepala Puskesmas (Kapus) Bonto Perak, Kelurahan Bonto Perak, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, dr Sitti Rohani , diprotes para tenaga medis. Bukan hanya dugaan penyelewengan uang jasa yang dipersoalkan. Adanya tanda tangan fiktif yang sering dilakukan Kapus ikut dipermasalahkan.
Para tenaga medis mempersoalkan upah jasa medis yang diduga disunat Kapus. Seperti upah jasa medis Rp1 juta dipotong Rp200 ribu, sehingga yang mereka terima sisa Rp800 ribu.
Penyimpangan tidak berhenti sampai disitu. Para tenaga medis juga menjelaskan beberapa pelanggaran yang dilakukan Kapus, seperti dugaan pemalsuan tanda tangan dan berbagai kegiatan yang diduga fiktif. Kuat dugaan dari berbagai kegiatan ada pemalsuan tanda tangan,” ungkap beberapa tenaga medis di Puskesmas Bonto Perak.
Masalah ini sudah dilaporkan ke inspektorat. Tim pemeriksa dan auditor dari Inspektorat Pangkep, telah dimintai keterangan. ”Kita masukkan laporannya di pertengahan tahun 2017 ini. Tim auditor inspektorat juga pernah mengambil keterangan kami. Hanya saja sampai saat ini kami belum mendengar seperti apa perkembangan dari progres laporan ini,” tandasnya.
Sekretaris Inspektorat Pangkep, Saharuddin Gani, dihubungi secara terpisah, Rabu (8/11), mengatakan, pihaknya sudah melakukan proses investigasi dan telah menindaklanjuti laporan itu. ”aat ini sudah ada Laporan Hasil Pemeriksaan nya (LHP),” ujar Saharuddin.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Bonto Perak, dr Sitti Rohani, membantah adanya tudingan pemotongan upah jasa tenaga medis dan stafnya. Ia juga membantah adanya tanda tangan fiktif.
Menurut Rohani, upah jasa itu sendiri bersifat situsional dan merujuk pada rumusan Permenkes, terdiri dari kehadiran, masa kerja, pendidikan, status kepegawaian, beban kerja, merangkap tugas, dan tanggung jawab kerja.
Lebih jauh dijelaskan, dalam proses pencairan upah jasa itu melalui rumusan Permenkes, kemudian ditembuskan ke Dinkes Pangkep, setelah diterima laporannya dan telah diverifikasi baru dibayarkan upah jasa tersebut.
”Pembayaran upah jasa ini dilakukan melalui bendahara. Bukan sama saya,” kelit Rohani. (udi/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top