Kriminal

Pelakuan Khusus Terdakwa Pembunuhan Mahasiswi UMI

MAKASSAR, BKM — Kasus tewasnya Rezky, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia kini sementara bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Makassar. Tiga orang duduk sebagai terdakwa. Masing-masing Hj (21), SF (19) dan WR (21).
Mereka adalah panitia pelatihan tanggap bencana medis Tim Bantuan Media (FBM) Fakultas Kedokteran UMI. Menariknya, karena sejak ditetapkan sebagai tersangka hingga kasusnya diadili, tak satupun dari ketiganya yang menjalani penahanan.
Fakta ini mengundang keprihatinan dari Moh Maulana, praktisi hukum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar. Menurut dia, jika diperhatikan, ketiga tersangka diberi perlakuan khusus.
”Agak aneh menurut saya, kalau misalnya sampai pada tahap persidangan ada tersangka tidak ditahan. Sepertinya ada perlakuan khusus terhadap mereka,” ujar Maulana, Minggu (12/11).
Terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulsel Salahuddin, mengaku tidak mengetahui perkembangan kasus tersebut. Sebab usai dinyatakan P-21 dan dilimpahkan, dirinya belum mendapatkan informasi perkembangan perkara yang ditangani Polda Sulsel tersebut.
“Saya tidak tahu. Belum ada kabar sejak dilimpahkan tahap dua. Tapi nanti saya akan cek dulu,” katanya saat dikonfirmasi, kemarin.
Dalam kasus ini, Rezky meregang nyawa ketika berlangsung kegiatan pengkaderan organisasi TBM FK UMI. Saat itu hari Jumat, 3 Juni 2016 pukul 20.00 Wita.
Ketika itu, korban berangkat mengikuti study club TBM Fakultas Kedokteran UMI Makassar menuju tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Pao, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa.
Esoknya, pada Sabtu, 4 Juni 2016, pelapor, dalam hal ini Asriadi, saudara sepupu korban mendapat informasi Rezky sudah berada di Rumah Sakit Faisal, Makassar dalam kondisi tak sadarkan diri hingga akhirnya meregang nyawa hari itu. (mat/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top